Rabu, 19 Maret 2025

Doa untuk anak

 

1. Doa agar anak berbakti kepada orang tua

Orang tua dapat membaca doa berikut agar anak-anak berbakti dan hormat.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ


1. Doa agar anak berbakti kepada orang tua

Orang tua dapat membaca doa berikut agar anak-anak berbakti dan hormat.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa

Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum.

Artinya: "Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka."

2. Doa untuk anak agar saleh dan salihah

Berikut bacaan doa agar anak-anak tumbuh menjadi sosok yang saleh dan salihah.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

Allahummaj 'al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur'ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh salihah, orang-orang yang hafal Al Quran dan sunnah, orang-orang yang paham dalam agama diberkahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat."

3. Doa agar anak diberi perlindungan

Setiap orang tua pasti ingin melindungi anaknya dari bahaya, ancaman, dan hal buruk lainnya. Nabi Muhammad Saw kerap melafalkan sebuah doa untuk keselamatan anak-anaknya, berikut bacaannya.

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U'īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli 'aynin lāmmah.

Artinya: "Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat." (HR. Abu Daud)



.
5. Doa agar anak menjadi pintar
Selain berusaha memberikan sebanyak-banyaknya ilmu, orang tua juga bisa memanjatkan doa untuk memohon anak menjadi pintar, berikut bacaannya.


اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

Allaahummam-la' quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni'matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah.

Artinya: "Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka."

6. Doa untuk anak agar mendapat berkah

Untuk memohon agar anak hidup dalam keberkahan, orang tua dapat membaca doa berikut ini.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa'atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh.

Artinya: "Ya Allah perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jemaah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizeki) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebaerkahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat."

7. Doa agar anak berbakti kepada orang tua

Orang tua juga bisa memohon kepada Allah Swt agar anak-anak berbakti dengan membaca doa berikut.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho'atik, war zuqniy birrohum.

Artinya: "Ya Allah berilah keberkahan untuk hamba, anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka."

8. Doa agar anak dijauhkan dari penyakit

Salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan anak adalah dengan memanjatkan doa agar anak dijauhkan dari penyakit. Berikut bacaannya:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illa anta syifaa an laa yughaadiru saqaman.

Artinya: "Ya Allah Ya Tuhanku, Tuhan seluruh manusia. Hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan sebab Engkau adalah penyembuh. Tak ada yang mampu menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan tanpa menyisakan rasa sakit."


9. Doa agar keluarga selamat dunia akhirat

Orang tua juga dapat mendoakan anak-anak dan keluarga, tidak hanya untuk kebaikan di dunia tetapi juga untuk di akhirat. Berikut doa yang bisa dipanjatkan.

للَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى

Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awrootii wa aamin row'aatii.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut."

Sabtu, 21 Desember 2024

Golden Water

 Flashback ke tahun 1992 kelas 1-5

Mengenang masa2 sekolah.







*Pelajaran Sejarah*

kami diajar oleh Pak Guru yang menyenangkan dan akrab, berkulit putih dengan rambut ikal, postur tubuhnya mengingatkan saya dengan pelawak S.Bagyo, beliau sangat bersahaja,

Saya ingat, beliau kalau ke sekolah naik Sepeda gunung warna merah dan selalu pakai topi.

kalo ngajar gaya bicaranya lucu, karena medok jawa banget.


saat pertama kali mengajar kami, pak Dartoyo memperkenalkan diri, 





“Nama saya Pak Dartoyo , asal dari Golden Water”


“Hah? Apa?” kita kan bingung 


“Ada yang tau golden water?” tanya Pak Dartoyo sambil mengangkat tangannya.


Saya nengok ke kanan sambil senyum ke arah Day... eh maksudnya kebarisan anak2 yg paling belakang, 😊

mereka juga cuma cengar cengir, si  Hendra, Roby, Tommy, Dony juga geleng-geleng.


Pak Dartoyo tersenyum lebar menahan tawa, 



“Golden itu emas, Water itu boso jowone Air/Banyu, yaa Banyumas”  


begitulah perkenalan beliau.

Hihihi 😄 baru kenalan aja udah lucu si bapak ini.

Pelajaran dimulai… pak Dartoyo ini kalo ngajar seperti dongeng, lha emang pelajaran sejarah kan emang banyak cerita nya ya, tapi tidak membosankan, selalu diselingi humor dan lucu karena medok jawa nya itu

iseng-iseng setiap pak Dartoyo selesai bicara, saya mengetuk-ngetuk meja dengan pulpen,

torok tok tok tok… , torok tok tok tok… 

temen2 yg di sekitar saya, tio,  lia, evi, yuni, kasmudin, endang, pada cekikikan.


Satu kali saat pak Dartoyo bicara, dan suasana cukup hening , ndilalah suara ketukan meja saya  "torok tok tok tok…" kedengeran jelas banget,


spontan pak Dartoyo melihat saya, kirain mau marah, tapi beliau malah tersenyum lebar 😀,

“lho kok ? saya ngajar kayak dalang ya?, hahahahaha”

aya salah tingkah lah, sementara yg lain cekikikan. Hihihi hayoo loo suryooo 😄

"Yowis ngomong jowo wae",


Lalu Pak Dartoyo pun melanjutkan pelajaran pake Bahasa jawa yg medhok, saya juga  menimpali dengan ketuk meja ”torok tok tok tok… 

jadi mirip pagelaran wayang kulit

hahahahaha,😁 ini salah satu pengalaman lucu yg tak pernah saya lupakan.





Pak Dartoyo semoga sehat selalu.



Pelajaran jahit menjahit

 Flashback ke tahun 1992, kelas 1-5.

Mesin Jahit dan Nostalgia Kelas 1-5 (1992)

Lonceng sekolah berdentang, dan seketika atmosfer kelas 1-5 berubah tegang—khususnya bagi koloni cowok di barisan belakang. Hari itu adalah jadwal pelajaran Keterampilan. Guru yang mengajar adalah Bu Tatat, seorang guru muda yang cantik, ramah, dan sangat sabar. Saking telatennya, Bu Tatat kadang membawa anaknya yang masih balita ke kelas. Anak perempuan kecil itu dipakaikan jilbab, duduk tenang di dekat meja guru, terlihat sangat imut dan menggemaskan. Kehadiran si kecil biasanya jadi pereda ketegangan di kelas.

Tapi hari itu, imutnya anak Bu Tatat tidak cukup untuk meredakan keresahan kami. Agenda hari ini: praktik jahit-menjahit.

Di atas meja, sudah tersedia "senjata" yang asing bagi jemari kami yang biasa memegang bola basket, sepeda, atau bola kaki: yaitu secarik kain, jarum, dan beberapa gulung benang. Bu Tatat dengan anggun mencontohkan berbagai pola jahit dan teknik tusuk dasar di depan kelas.

Di barisan belakang, bisik-bisik protes mulai bergaung.

"Yaahhh... yang bener aja nih kita disuruh menjahit? Kagak ada keterampilan lain apa? Bikin mobil-mobilan dari kulit jeruk bali gitu?" keluh Ranu dengan wajah ditekuk, tangannya canggung memegang jarum yang sekecil lidi.

"Sudah anak-anak, jangan mengeluh. Menjahit itu keterampilan dasar yang berguna untuk siapa saja," suara lembut Bu Tatat memotong riuh rendah protes kami dari belakang.

Sebelum pelajaran usai, petaka yang sebenarnya tiba. Bu Tatat memberikan tugas untuk diselesaikan di rumah. Tugas menjahit manual dengan tangan! Otomatis, barisan belakang langsung lemas berjamaah.

Melihat secarik kainnya yang masih polos, Ranu mulai melancarkan aksi gerilya. Dia menengok ke arah Wiwin, salah satu siswi di dekatnya, lalu memasang wajah paling melas yang pernah ada dalam sejarah kelas 1-5.

"Eh, Win... Win... bikinin punya gue dong. Plis lah, Win... lu kan baik, pintar menjahit, tidak sombong, dan rajin menabung," bujuk Ranu dengan nada manja yang dipaksakan.

Wiwin menoleh, menatap Ranu dari bawah ke atas, lalu melengos tajam. 

"Enak aja! Bikin sendiri sana!"

Ranu tertunduk lesu. Memang enak ditolak mentah-mentah di siang bolong.

Saat jam pulang sekolah, ketika saya sedang menatap nanar kain tugas itu sambil membayangkan jemari tertusuk jarum, Jhony Perdamean menepuk pundak saya dari belakang. Wajahnya tampak begitu percaya diri, seolah baru saja menemukan mata air di tengah gurun.

"Udah, lu jangan bingung, Sur. Ini kita bisa bikin pakai mesin jahit kok. Cepat, rapi, beres!" bisik Jhony penuh rahasia.

Saya terbelalak. "Ah, yang bener lu, Jon? Emang boleh? Kan kata Bu Tatat pakai tangan?"

"Suwer! ✌️ Siapa yang bakal tahu bedanya? Mesin jahit nyokap gue udah rada ngaco suka lompat2, jadi mirip jahit tangan, Lu ikut deh besok pagi ke rumah gue di Sumampir. Ntar dibikinin sama Nyokap gue," kata Jhony meyakinkan.

Sebagai anak kelas 1 yang pragmatis dan malas ribet, tawaran Jhony terdengar seperti wahyu dari langit. Maka keesokan paginya, sebelum berangkat sekolah, saya melipir ke rumah Jhony. Di sana, sang juru selamat—ibundanya Jhony—sudah bersiap. Dengan lihai, Tante menginjak pedal mesin jahit. Tret-tret-tret-tret... tidak sampai lima menit, tugas jahit kami berdua selesai dengan pola yang sangat rapi, lurus presisi, dan kokoh.

"Cepat dan praktis!" batin saya bangga. Terima kasih banyak, Tante! Kami pun berangkat ke sekolah dengan dada membusung, merasa di atas angin.

Hari pengumpulan tugas pun tiba. Bu Tatat memeriksa hasil jahitan satu per satu di mejanya. Saya dan Jhony duduk tenang, menunggu giliran dengan senyum dikulum. Hingga akhirnya, giliran kain kami berdua yang diperiksa.

Saya melihat dahi Bu Tatat berkerut. Beliau mengelus pinggiran kain kami, membolak-baliknya, lalu pandangannya langsung tertuju ke arah kami. Ramah dan lembutnya Bu Tatat mendadak menguap, berganti kilatan tegas.

Duh Perasaan gue kok gak enak?

kalo kata Han Solo di film Starwars : "i have a bad feeling about this"

"SURYO, JHONY MAJU KEDEPAN!" 

panggil Bu Tatat. Nadanya tidak tinggi, tapi sanggup membuat jantung kami copot.

Kami berdua maju dengan langkah gontai.

"INI KALIAN PASTI PAKAI MESIN JAHIT!!" tembak Bu Tatat langsung, bak peluru tepat sasaran.

"Eh... anu, Bu...bukan begitu maksudnya...." Jhony mendadak gagap.

"TIDAK BOLEH BEGINI! KAN SUDAH SAYA BILANG, JAHITNYA HARUS PAKAI TANGAN BIAR KALIAN BELAJAR PROSESNYA. KALAU MAU DAPAT NILAI, KALIAN BERDUA BIKIN LAGI DARI AWAL, JAHIT PAKAI TANGAN, DAN DIKUMPULKAN MINGGU DEPAN!"

"Tapi Buuu...?" saya mencoba menawar dengan sisa-sisa keberanian.

"TIDAK ADA TAPI-TAPI! SUDAH, SANA KEMBALI DUDUK!" jari Bu Tatat menunjuk tegas ke arah meja kami.

Saat kami berbalik, geng barisan belakang langsung cekikikan tanpa dosa. 

"Makanya... lagian sok ide banget sih pakai mesin!" ledek Ranu, membalas dendam kesumatnya yang kemarin ditolak Wiwin.

Rasa malu, kesal, dan kecewa bercampur aduk jadi satu di dada. Saya berjalan menunduk kembali ke meja, benar-benar tidak berani menatap mahkluk-makhluk manis yang ada di kelas. 

Duh, mau ditaruh di mana muka ini? Level kharisma saya di hadapan cewek-cewek kelas 1-5 langsung terjun bebas ke titik nadir dalam hitungan detik. Hancur sudah reputasi!

Sebenarnya, dari lirikan mata, saya tahu ada beberapa anak cowok lain yang pakai mesin jahit juga. Tapi dasar nasib mereka lagi mujur, Bu Tatat tidak jeli memeriksa punya mereka. Sepanjang sisa jam pelajaran, senyum mereka lebar banget, penuh rasa kemenangan yang mengejek. Siaaaal!

Dan puncaknya, saat pembagian rapot di akhir semester, tebakan saya benar. 

Nilai mata pelajaran Keterampilan saya bertengger dengan anggun di angka "6".

Aduhh, please deh Bu Tatat yang baik hati... kok tega amat sih sama saya yang polos ini? 😂

----

Sekarang, setelah puluhan tahun berlalu, kalau mengingat kejadian itu saya cuma bisa tertawa sendiri. Angka "6" di rapot itu bukan lagi sebuah aib, melainkan sebuah lencana kenangan yang sangat mahal.

Ternyata, ketegasan Bu Tatat hari itu bukan karena beliau benci, tapi karena beliau ingin kami menghargai sebuah proses, sekecil apa pun itu. Terbukti saat saya hidup mandiri di kost saat kuliah, ketika kancing baju copot, atau kantung sobek, bahkan restleting yg rusak, bisa tuh dengan sukses saya jahit sendiri. hehehehe

Terima kasih, Bu Tatat, atas pelajarannya (dan nilai 6-nya yang legendaris). Di mana pun Ibu dan si kecil yang dulu imut berada sekarang, semoga sehat selalu. 

Dan untuk Jhony serta geng barisan belakang... I love You All guys!! kalian adalah bagian dari potongan kisah masa remaja yang seru!

PMP Pak Almasis

 Kisah masa sekolah 1992-1995 , kelas 1-5 


Pelajaran PMP, 



Pak guru PMP ini berbadan tegap, berkacamata,  berkumis tipis dan murah senyum. 

Beliau naik vespa berwarna biru, si vespa di taruh di area parkir yg berada sebelah kanan setelah pintu masuk smansa, yg beratapkan seng awning yg sudah sedikit berkarat.


Beberapa kali bertemu dijalan, beliau selalu senyum dan menganggukkan kepala kepada kami murid²nya.


Nama guru yg pasti selalu saya ingat, karena memiliki nama yg unik, bagaimana tidak,  sepanjang hidup, saya hanya kenal satu orang yg bernama  Pak Almasis,  lengkapnya Pak Almasis Fathoni  


Beliau mengajarnya tenang,  sabar, enak dan santai, kita jadi mudah mengerti butir² Pancasila dengan contoh² di kehidupan sehari², 

Ya tahu sendiri lah, PMP kan bikin ngantuk.


Ada sebuah cerita yg saya ingat sampai sekarang, Pak Almasis waktu muda nya dulu saat KKN di sebuah desa, disana malah disuruh ngajarin ngaji anak², 

akhirnya pak Almasis di desa itu dihormati dan diberi banyak kemudahan dan tidak kesulitan makan, itulah berkahnya mengajar.


Selain itu pak Almasis pernah absen mengajar kita karena terjebak banjir di dekat terowongan tol.


Tidak banyak yg saya ingat mengenai pak Almasis.

Tapi alhamdulillah nilai PMP saya di rapot dapat 8.

Terimakasih ya Pak🙏

Semoga Bapak sehat barokah bahagia dan tetap selalu tersenyum.

Pak Gunarto - Kimia

Kimia dan Putih-Abu-Abu 1-5

Ada kalanya, ingatan saya melompat jauh ke belakang. Menembus dinding batas sekian puluh tahun lalu, yang hinggap di selasar sekolah kuno beratap tinggi, dengan tembok warna biru muda kusam yang cat nya sedikit mengelupas.

Suara kapur tulis yang berdecit di papan hitam, dan aroma khas buku pelajaran di ruang kelas 1-5 SMA. Di sinilah kisah ini bermula.

Kimia. 

Pelajaran ini benar-benar barang baru buat kami, anak-anak kelas 1 SMA yang baru saja lulus SMP. Dulu kan tidak ada pelajaran yang bikin pusing ini. 

Tapi untungnya, guru kimia kami waktu itu adalah Pak Gunarto. Masih muda, pintar, dan ceplas-ceplos. Bahasanya gaul, gampang dicerna, bikin pelajaran kimia yang sulit pun jadi terasa asyik.

Kadang Pak Gunarto bercerita tentang kegemarannya naik gunung dan berpetualang, sesaat sebelum mulai pelajaran. Mungkin jaman sekarang, ini namanya teknik ice breaking, jadi kita fresh dan gak ngantuk. 

Ingat tabel periodik unsur?

Nah, salah satu trik yang diajarkan Pak Gunarto  buat kami dalam menghafal golongan 7A (F, Cl, Br, I, At). Dia pakai singkatan legendaris: "Film CiLat BRuce lee iaaATttt!"

Sontak sekelas ketawa ngakak. 

Ajaibnya, gara-gara Pak Gunarto, sampai hari ini saya tidak pernah lupa urutan itu. Setiap melihat tabel periodik, terutama golongan 7A, wajah santai dan penuh senyum Pak Gunarto otomatis muncul di kepala. Beliau bukan cuma guru, tapi sudah seperti teman nongkrong yang asyik.

Suatu hari, entah dari mana asalnya, gosip kencang beredar: Pak Gunarto mau nikah!

Geng kami di pojokan belakang—saya, Imas, Endang, Lia, Evi, Dayana, Kasmudin, Solihin, Aton, Tommy, Donny, Jhoni Pasaribu, dan Madliyas—langsung sibuk pas jam istirahat.

Eh, masa Pak Gunarto bakal melepas masa lajang nih, Kita kudu ngasih kado gak sih?” tanya Lia sambil mengunyah permen relaxa warna ungu.

Wajib dong, biar Pak Gun makin sayang sama kita! Patungan yuk!” seru Kasmudin.

Akhirnya, kesepakatan tercapai. Kelas 1-5 mulai nyicil ngumpulin duit dari sisa uang jajan. Bendahara kelas, Imas Maisaroh, sigap jadi koordinator. 

Kita setor ke Imas kadang 50perak, kadang 100, Nah! Setelah beberapa minggu, wah lumayan juga! Terkumpul beberapa puluh ribu rupiah lho!. Di tahun 90-an, uang segitu sudah bisa buat makan² satu kelas.

Tibalah hari H acara pernikahan Pak Gunarto.

Sebelum berangkat, saya dan Joni Pasaribu mampir ke Toko Edi di Cilegon, nyari kado yang *worth it* dan pas sesuai dana yg kita kumpulin.



Bingung. 

Milih kemeja, takut ukurannya salah. Milih barang elektronik, duitnya kurang. Akhirnya, mata kami tertuju pada satu set cangkir dan piring makan yang cantik. Warna kuning krem lembut dengan motif bunga yang terlihat berkelas di rak kaca.

Ah, ini aja Jon! Bagus deh, pasti kepake buat Pak Gunarto, bisa ngeteh , ngopi sama keluarga,” kata saya optimis.

Joni manggut-manggut setuju, walau wajahnya kelihatan ragu. “Iya sih. Tapi norak gak ya warnanya, Bro? Entar Pak Gunarto ilfil lagi.

Halah! Ini mah seninya tinggi, Jon. Pasti beliau suka!

Kami langsung bayar di kasir, tidak lupa menyelipkan kartu ucapan tulisan tangan: 

"Selamat Berbahagia dari Murid-Murid Kelas 1-5”

Petualangan berlanjut. 

Kami berangkat ke Serang naik bis “Tali Jaya”. Bis ¾ legendaris yang warnanya putih, bergaris biru, dan selalu penuh. Supirnya berambut gondrong berlogat Madura yang kental, sang kenek penuh semangat berteriak-teriak sepanjang jalan, untuk ngasih tau daerah yang dilewati, dan bersiul suit suit dikala menyalip bus lain, Seruu!

"Bor..!! Bor..!!..." kenek bis berteriak pas kami sampai daerah Sumur Bor.

Saya dan Joni turun dengan gaya anak sekolah  gaul. Kami jalan kaki menyusuri jalan yg tidak terlalu besar, tapi mobil bisa lewat lah.  Kami menuju lokasi pernikahan. 

Sampai di sana, suasana sudah ramai. Lucunya, kami berdua doang yang pakai seragam putih-abu-abu lengkap. Maklum, hari itu hari sekolah dan kami masuk siang. Tapi kami tidak peduli, yang penting bisa kasih selamat langsung ke guru favorit kami.

Di pelaminan, Pak Gunarto dan istrinya terlihat bahagia sekali. Pak Gunarto ganteng pakai beskap hitam dan blangkon Jawa asli, kain jarik coklat bermotif kawung. Istrinya pakai kebaya yang warnanya senada.

Kami kasih kado set cangkir itu langsung ke Pak Gunarto. "Wah, makasih ya!" kata beliau, senyumnya sumringah banget.

Seminggu kemudian, saat jam pelajaran kimia, Pak Gunarto datang, Senyumnya lebar sekali sejak melangkah masuk dari pintu kelas.😁

Beliau berdiri, diam beberapa saat, melihat sekeliling kelas satu per satu, seolah mengingat-ingat wajah-wajah kami yang penuh harapan, dan berkata:

Terimakasih atas kadonya yaaa. Cangkirnya sudah saya pakai buat minum kopi pagi-pagi sama istri.

Sontak, sekelas bersorak gembira. "Samaa-samaa paaaaaak...!!!"

Suara tawa kami bergema di gedung tua itu, memantul di dinding-dinding kusam 1-5. Itulah kehangatan sederhana yang tidak bisa dibeli dengan uang puluhan ribu sekalipun. Kenangan tentang persahabatan, tentang guru yang menginspirasi, dan tentang masa SMA yang selalu bikin rindu untuk kembali.



Senin, 13 Mei 2024

lirik lagu guyon waton

 "Wirang"

(originally by Denny Caknan)


Sah

Jam sewelas bengi aku mbok tinggalna

Mbok tolak tanpa sebab sing pasti

Nglarani


Aku kadhung sayang

Kadhung gadhang-gadhang

Lungamu dadi traumaku

Ngene men kisah bujangku


Adheme angin wengi teka

Ngancani aku kelangan kanca crita

Jane namung masalah tresna

Tapi kok ya lara


Yen akhire wirang, ben wirang pisan

Yen akhire lara, ben lara tenan

Apa wong tulus wis garise ngene?

S'lalu ngancani, ilang ending-e


Tresnaku kaya bonsai Anting Putri

Mbok sirami rina lan wengi

Masiya elok, endah disawangi

Tapi dipeksa ra isa gedhi


Ha-ah-ah, sabar ati, sabar ngadhepi

Nandure kembang, tukul wirang

Yungalah tenan, nandhese tenan

We nganggep aku sewates kancamu


Iki namung masalah tresna

Tapi kok ya lara


Yen akhire wirang, ben wirang pisan

Yen akhire lara, ben lara tenan

Apa wong tulus wis garise ngene?

S'lalu ngancani, ilang ending-e


Tresnaku kaya bonsai Anting Putri

Mbok sirami rina lan wengi

Masiya elok, endah disawangi

Tapi dipeksa ra isa gedhi


Jane namung masalah tresna

Tapi kok ya lara



"Sanes"

(feat. Denny Caknan)


Opo koe ra ngerti larane

Nalika pas aku kelangan koe

Ngancani mongso sepimu

Nuruti opo karepmu

Nyatane atimu

Dudu nggo aku


Arep o gedhene roso tresnoku

Sak jerome atiku dinggo sliramu

Yen udu sing dikarepke

Sanes sing dipingini

Durung sempet duweni

Pun kon ngikhlaske


Nyatane sak singkat-singkate ceritane

Ngelalekne tetep ora gampang

Ra koyo koe sing gampang nggolek liyane


Ngancani nanging ora iso nduweni

Ngenteni nanging koe malah ngenteni tresno liyane

Dudu aku ternyata sing mbok karepke


Udane soyo deres ra mandek-mandek

Atiku melu teles pas udane teko koe lungo

Koe lungo milih wong sing luweh mulyo


Nyatane sak singkat-singkate ceritane

Ngelalekne tetep ora gampang

Ra koyo koe sing gampang nggolek liyane


Ngancani nanging ora iso nduweni

Ngenteni nanging koe malah ngenteni tresno liyane

Dudu aku ternyata sing mbok karepke


Udane soyo deres ra mandek-mandek

Atiku melu teles pas udane teko koe lungo

Koe lungo milih wong sing luweh mulyo


Pas udane teko koe lungo

Koe lungo milih wong sing luweh mulyo


"Kelangan"


Cubo sawangen... aku...

Rasakno tekan... atimu...

Iseh kurang opo... aku...

Nresnani sliramu...


Padange rembulan... gemerlape lintang...

Ngelingake ati... jaman sesandingan...

Janjimu ning aku... ora ninggal aku...

Cintamu mung... palsu...


Opo... iseh ono aku ning njero atimu...

Sak uwise kowe lungo ninggalke ati...

Tulus suci anggone leh ku nresnani...


Durung percoyo...

Ngopo kowe milih lungo ninggalke

A...ku... dewe...

Saktenane ati iki...

Durung iso nompo kowe karo liyane...


Padange rembulan... gemerlape lintang...

Ngelingake ati... jaman sesandingan...

Janjimu ning aku... ora ninggal aku...

Cintamu mung... palsu...


Opo... Iseh ono aku ning njero atimu...

Sak uwise kowe lungo ninggalke ati...

Tulus suci anggone leh ku nresnani...


Ho ooo... durung percoyo...

Ngopo kowe milih lungo ninggalke

A...ku... dewe...

Saktenane ati iki...

Durung iso nompo kowe karo liyane...

Sejatine... iku... iseh sayang... kowe...


"Perlahan"


Memang salahku

Terlalu dingin denganmu

Terlalu mendiamkanmu

Kau yang selalu memperhatikanku

Dan sebenarnya aku juga begitu


Maafkanku yang selalu membuatmu

Terlalu lama menunggu

Hinggga akhirnya kau pergi tinggakan aku


Perlahan engkau pun menjauh dari diriku

Melupakan semua yang tlah terjadi

Jika harus meninggalkan diriku untuknya

Tak relaa... Kau denganya


Memang salahku terlalu dingin denganmu

Terlalu mendiamkanmu

Kau yang selalu memperhatikanku

Dan sebenarnya aku juga begitu


Maafkanku yang selalu membuatmu

Terlalu lama menunggu

Hingga akhirnya kau pergi tinggalkan aku


Perlahan engkau pun menjauh dari diriku

Melupakan semua yang tlah terjadi

Jika harus meninggalkan diriku untuknya

Tak relaa... Kau denganya


Perlahan engkau pun menjauh dari diriku

Melupakan semua yang tlah terjadi

Jika harus meninggalkan diriku untuknya

Tak relaa... Kau denganya


"Nemen"


Kudune kowe ngerti

Tresnoku nomer siji

Penak e leh mu blenjani janji

Kowe tego nglarani


Usahaku wes ra kurang kurang

Gematiku wes pol polan

Pas aku dolan jebul ketemu kowe neng dalan

Kowe konangan gendak an


Ngomongo... Jalokmu piye?

Tak turutane, tak usahakne

Aku ramasalah... yen kon berjuang dewe

Sing penting kowe bahagia endinge


Nanging ngopo, walesanmu neng aku

Kowe luwih milih dek'e

Kowe ninggal aku ninggal tatu

Kurang opo, nek ku mertahanke kowe

Kowe malah ngebot i liane


Pikiren bahagiamu, aku gampang


Ngomongo... Jalokmu piye?

Tak turutane, tak usahakne

Aku ramasalah... yen kon berjuang dewe

Sing penting kowe bahagia endinge


Nanging ngopo, walesanmu neng aku

Kowe luwih milih dek'e

Kowe ninggal aku ninggal tatu

Kurang opo, nek ku mertahanke kowe

Kowe malah ngebot i liane


Nanging ngopo, walesanmu neng aku

Kowe luwih milih dek'e

Kowe ninggal aku ninggal tatu

Kurang opo, nek ku mertahanke kowe

Kowe malah ngebot i liane

Kowe malah milih wong kae

Jebul aku mbok anggep sepele


"Menepi"

(originally by Ngatmombilung)


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi

Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu

Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya

Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Kau yang pernah singgah di sini

Dan cerita yang dulu kau ingatkan kembali

Tak mampu aku tuk mengenang lagi

Biarlah kenangan kita pupus di hati


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi

Mengenang dirimu di awal dulu

Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu

Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi

Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu

Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya

Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi

Mengenang dirimu di awal dulu

Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu

Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi

Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu

Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya

Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi

Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu

Melihatmu genggam tangannya, nyaman di dalam pelukannya

Yang mampu membuatku tersadar dan sedikit menepi

Tersadar dan sedikit menepi, tersadar dan sedikit menep


"Pamer Bojo"

(originally by Didi Kempot)


Koyo ngene rasane wong nandang kangen

Rino wengi atiku rasane peteng

Tansah kelingan kepingin nyawang

Sedelo wae uwis emoh tenan


Cidro janji tegane kowe ngapusi

Nganti seprene suwene aku ngenteni

Nangis batinku nggrantes uripku

Teles kebes netes eluh neng dadaku


Dudu klambi anyar

Sing neng njero lemariku

Nanging bojo anyar

Sing mbok pamerke neng aku


Dudu wangi mawar

Sing tak sawang neng mripatku

Nanging kowe lali

Nglarani wong koyo aku


Nengopo seneng aku

Yen mung gawe laraku

Pamer bojo anyar

Neng ngarepku


Cidro janji tegane kowe ngapusi

Nganti seprene suwene aku ngenteni

Nangis batinku nggrantes uripku

Teles kebes netes eluh neng dadaku


Dudu klambi anyar

Sing neng njero lemariku

Nanging bojo anyar

Sing mbok pamerke neng aku


Dudu wangi mawar

Sing tak sawang neng mripatku

Nanging kowe lali

Nglarani wong koyo aku


Nengopo seneng aku

Yen mung gawe laraku

Pamer bojo anyar

Neng ngarepku


Nengopo seneng aku

Yen mung gawe laraku

Pamer bojo anyar

Neng ngarepku


"Tibo Mburi"


Aku dewekan ning dalan prapatan

Sakwise kowe ngajak bubaran

Senajan loro nanging kudu tak terimo

Mugo wae sing apik nggo dewe


Saktenane atiku durung biso nerimo

Kowe gandeng karo uwong liyo

Kowe ora ngerasakke sing tak rasakke

Sing penting kowe bahagia, aku gampang


Duh Gusti paringono aku kuat ati

Mugo mugo oleh ganti sing luwih gemati

Elingo, mugo kowe ora dadi gelo

Mergo gelo lan kuciwo tibone ning mburi


Mlaku nem wulan aku iseh dewekan

Krungu kabar kowe arep tunangan

Senajan loro nanging kudu tak terimo

Mugo wae sing apik nggo kowe


Saktenane atiku durung biso nerimo

Kowe gandeng karo uwong liyo

Kowe ora ngerasakke sing tak rasakke

Sing penting kowe bahagia, aku gampang


Duh Gusti paringono aku kuat ati

Mugo mugo oleh ganti sing luwih gemati

Elingo, mugo kowe ora dadi gelo

Mergo gelo lan kuciwo tibone ning mburi


(Kowe ngerti aku ora gampang

Kadung suwe dewe bebarengan

Nanging Gusti duwe dalan liyo

Aku kudu lilo, aku kudu nerimo lan legowo)


Duh Gusti paringono aku kuat ati

Mugo mugo oleh ganti sing luwih gemati

Elingo, mugo kowe ora dadi gelo

Mergo gelo lan kuciwo tibone ning mburi


Duh Gusti paringono aku kuat ati

Mugo mugo oleh ganti sing luwih gemati

Elingo, mugo kowe ora dadi gelo

Mergo gelo lan kuciwo tibone ning mburi

(Kowe kudu nerimo lan legowo)


"Korban Janji"


Tanpo welas koe lungo biyen kae

Ra ono mesakne aku sitik wae

Ngaboti tresno anyarmu lalu kau tinggalkan aku

Tersakiti sendiri di malam itu


Koe lungo pas aku sayang-sayange

Tanpo pamit koe ngadoh ngono wae

Aku ra ngerti salahku dan kau campakkan diriku

Bersanding dengaan kekasih barumu


Abot tak trimo kanti ikhlas legowo

Sing tak karep koe ra disiyo-siyo

Ben cukup mung aku korban janji manismu

Udan bledek kang dadi saksiku


Koe lungo pas aku sayang-sayange

Tanpo pamit koe ngadoh ngono wae

Aku ra ngerti salahku dan kau campakkan diriku

Bersanding dengan kekasih barumu


Abot tak trimo kanti ikhlas legowo

Sing tak karep koe ra disiyo-siyo

Ben cukup mung aku korban janji manismu

Udan bledek kang dadi saksiku


Abot tak trimo kanti ikhlas legowo

Sing tak karep koe ra disiyo-siyo

Ben cukup mung aku korban janji manismu

Udan bledek kang dadi saksiku


Udan bledek kang dadi saksiku

Udan bledek kang dadi saksiku




Follow Guyon Waton

on Bandsintown

"Lungaku"


Ademe angin wengi

Ra mampu nambani panase neng ati

Atiku mbok gawe loro

Amergo kuciwo tresnomu mbok paro


Ora nyongko koe tego tenan

Ngelarani aku sing njogo tenanan


Sampai nanti ku memilih pergi

Pasti kelak kau mengerti

Besar cinta yang telah ku beri


Tak sampai hati untuk rela

Karena cinta yang telah ada

Kau hancurkan dengan tega

Dan berbagi hati dengan dia

Pancene aku sing kleru

Ra iso ngerteni karepe atimu

Nasibe wong ora nduwe

Onone mung ngalah lan disepelekke


Ora nyongko koe tego tenan

Ngelarani aku sing njogo tenanan


Sampai nanti ku memilih pergi

Pasti kelak kau mengerti besar cinta yang telah ku beri

Tak sampai hati untuk rela karena cinta yang telah ada

Kau hancurkan dengan tega dan berbagi hati dengan dia


Pancene aku sing kleru, ra iso ngerteni karepe atimu

Nasibe wong ora nduwe, onone mung ngalah lan disepelekke


Sampai nanti ku memilih pergi

Pasti kelak kau mengerti besar cinta yang telah ku beri

Tak sampai hati untuk rela karena cinta yang telah ada

Kau hancurkan dengan tega dan berbagi hati dengan dia


Aku lungo ora mergo tego

Nanging aku wes njogo lan wes upoyo ben ra sio sio

Meski akhire koyo ngene, aku milih mlaku dewe

Mugo bener pilihanku, wes ikhlas lan lilakno lungaku


Wes ikhlas lan lilakno lungaku

Wes ikhlas lan lilakno lungaku



"Sebatas Teman"


Aku wong sek pernah

Teko neng uripmu

Nanging aku durung iso

Dadi pilihanmu


Aku wong sek pernah

Merjuangke ati

Dinggo koe cah ayu

Sing wes tak gemateni


Koe ra tau ngerasakke

Kabeh wes tak perjuangke

Namun kenyataan engkau sia-siakan

Dan setelahnya hanya kau anggap teman


Pancen kabeh salahku mbuka ati nggo sliramu

Sek jelas-jelas raiso nompo pengarepanku

Yen pancen koe raiso nompo opo anane

Tak milih lungo wae


Arep sak gedene opo aku merjuangke

Tresnaku dinggo koe mung tok sepelekke

Mungkin hanya dalam mimpi ku dapat memiliki

Dirimu sepenuh hati


Koe ra tau ngerasakke

Kabeh wes tak perjuangke

Namun kenyataan engkau sia-siakan

Dan setelahnya hanya kau anggap teman

Pancen kabeh salahku mbuka ati nggo sliramu

Sek jelas-jelas raiso nompo pengarepanku

Yen pancen koe raiso nompo opo anane

Tak milih lungo wae


Arep sak gedene opo aku merjuangke

Tresnaku dinggo koe mung tok sepelekke

Mungkin hanya dalam mimpi ku dapat memiliki

Dirimu sepenuh hati


Mungkin hanya dalam mimpi ku dapat memiliki

Dirimu sepenuh hati



"Penak Konco"


Bedo ra nemu dalane

Karo kowe aku raono bahagiane

Timbang gelo mung disio-sio

Rasah digawe dowo crito iki

Tresno ra bakal iso nyawiji


Abot kesel sing ngrasake

Karo kowe anane ming rame wae

Soyo ajur polahmu soyo ngawur

Mikir awakmu dewe, karepmu dewe

Tanpo kelingan janji awale


Pancen iki dudu jodone

Rasah dipaksake

Kabeh iki wis ono dalane

Percoyo wae Gusti mboten nate sare


Kowe ratau ngerteni

Roso iki kepati-pati

Tibo butuh kowe goleki

Aku piye kowe ra peduli


Ra perlu ngomongke tresno

Yen kuwi mung gawe loro

Ra perlu dolanan roso

Awak dewe penak konco


Pancen iki dudu jodone, rasah dipaksake

Kabeh iki wis ono dalane

Percoyo wae Gusti mboten nate sare


Kowe ratau ngerteni, roso iki kepati-pati

Tibo butuh kowe goleki, aku piye kowe ra peduli

Ra perlu ngomongke tresno yen kuwi mung gawe loro

Ra perlu dolanan roso, awak dewe penak konco


Awak dewe penak konco


Pancen iki dudu jodone, rasah dipaksake



"Takkan Kembali"


Setelah kau pergi tinggalkan diriku

Ku berteman dengan sepi

Setelah kau pergi tinggalkan diriku

Di sini ku menunggumu


Ku rindukan senyumanmu

Ku rindukan candamu

Ku ingin kau hadir di sini

Temaniku malam ini


Terbaring ku teringat

Indah manis senyummu ku ingat

Bersamamu pernah berjanji

Kelak esok akan kembali


Hanya angan-angan

Mengharapkan kau untuk kembali

Hanya dalam mimpi

Mengharapkan kau untuk kembali


Ku rindukan senyumanmu

Ku rindukan candamu

Ku ingin kau hadir di sini

Temaniku malam ini


Ku relakan kau pergi

Karena ku yakin kau takkan kembali



Senin, 06 Mei 2024

Doa Supaya Anak Pintar Sholeh dan Sukses

 Bacaan Doa Supaya Anak Pintar Sholeh dan Sukses

Berikut ini adalah beberapa doa supaya anak pintar sholeh dan sukses yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Doa Anak Sholeh dalam Al-Qur'an
Dalam buku Indahnya Pernikahan & Rumahku, Surgaku karya H. Ade Saroni, doa anak sholeh dalam Al-Qur'an tertuang dalam surat Al-Furqan ayat 74 dan Surat Ibrahim ayat 40.

Bacaan Al-Qur'an surat Al-Furqan ayat 74

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Latin: walladzîna yaqûlûna rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a'yuniw waj'alnâ lil-muttaqîna imâmâ

Artinya: "Dan, orang-orang yang berkata, "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Bacaan Al-Quran surat Ibrahim ayat 40

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

Latin: rabbij'alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du'â'

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS Ibrahim: 40)

2. Doa agar Anak Pintar dan Sukses
Berdasarkan buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, berikut bacaan doa supaya anak pintar dan sukses.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَلُكَ خَيْرُ الْمَسْئَلَةِ وَخَيْرُ الدُّعَاءِ وَخَيْرُ النَّجَاحِ وَخَيْرُ الْعَمَلِ وَخَيْرُ الثَّوَابِ وَخَيْرُ الْحَيَاةِ وَخَيْرُ الْمَمَاتِ ثَبِّتْنِي وَثَقِّلْ مَوَازِيْنِي وَحَفِّفْ إِيْمَانِي وَارْفَعْ دَرَجَاتِي وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِي وَاغْفِرْ خَطِيئَتِي وَاسْتَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلْيَ فِي الْجَنَّةِ.

Latin: Allahumma inni as-aluka khairal mas-alati wa khairad du'aa-i, wa khairan najaahi, wa khairal 'amali, wa khairats tsawaabi, wa khairal hayaati, wa khairal mamaati, tsabbitnii wa tsaqqil mawaaziinii, wa haffif iimaanii warfa' darajaatii, wa taqabbal shalawaatii waghfir khathii-ati, wa as-alukad darajaatil 'ulyaa fil jannah.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebaik-baik permohonan, sebaik-baik doa, sebaik-baik keberhasilan, sebaik-baik amal perbuatan, sebaik-baik pahala, sebaik-baik kehidupan, dan sebaik-baik kematian. Tetaplah padaku serta perberatlah timbangan amal kebaikanku, kokohkan keimananku, tinggikanlah derajatku, terimalah shalat-shalatku, dan ampunilah kesalahanku. Dan, aku mohon kepada-Mu untuk mendapatkan tingkat tertinggi di dalam surga."

3. Doa Supaya Dikaruniai Anak yang Cerdas
Mengutip dari buku Risalah Doa & Zikir Keluarga karya Tim Madinatul Ilmi, berikut doa supaya dikaruniai anak yang cerdas:

أَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادِيْ وَذُرِّيَّاتِي مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْنِي وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ السُّوْءِ وَأَهْلِ الضَّيْرِ وَارْزُقْنِي وَإِيَّاهُمْ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَخُلْقًا حَسَنًا وَالتَّوْفِيقَ لِطَّاعَةِ وَفَهُم النَّبِيِّينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ

رَبِّ الْعَالَمِين

Latin: Allahummaj'al aulaadii wa dzurriyyatii min ahlil 'ilmi wa ahlil khoiri walaa taj'alnii waiyyaahum min ahlissuu-I wa ahlidh dhoiri warzuqnii wa iyyaahum 'ilman naafi'an wa rizqon waasi'an wa khuluqon hasanan wat taufiqo liththoo'ati wa fahman nabiyyiina wal hamdulillahi robbil 'aalamin

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku dan anak-anakku serta cucu-cucuku termasuk golongan dari ahli ilmu dan ahli kebaikan dan jangan jadikan kami sebagai ahli kejahatan dan ahli kerusakan. Berilah aku rezeki dan berilah mereka ilmu yang bermanfaat serta rezeki yang luas, tubuh yang baik, petunjuk untuk taat serta pemahaman sebagaimana pemahaman para nabi. Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam."

Baca artikel detikhikmah, "Mustajab! Doa Orang Tua agar Anak Pintar, Sholeh dan Sukses" selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6589593/mustajab-doa-orang-tua-agar-anak-pintar-sholeh-dan-sukses.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/