Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Apakah Tuhan itu ada.?

  Saya akan Menjawab Mengunakan Argument nya Ibnu Sina. Ibnu Sina, filosof Muslim abad ke-11, memiliki jawaban yang mencengangkan. Dia membuktikan keberadaan Tuhan tanpa mengandalkan kitab suci atau wahyu. Murni lewat logika. Argumen  Wajib al-Wujud  atau "Wujud yang Wajib Ada" menjadi fondasi pemikirannya. Bayangkan segalanya yang ada di alam semesta ini. Pohon, batu, manusia, planet, galaksi. Semuanya ada karena sebab lain. Tidak ada yang muncul begitu saja tanpa alasan. Pohon ada karena biji. Biji ada karena pohon sebelumnya. Manusia ada karena orang tuanya. Orang tua ada karena kakek neneknya. Rantai sebab akibat ini berlanjut terus ke belakang. Tapi tunggu…. Kalau semua bergantung pada yang lain, dari mana awal mulanya? Tidak mungkin rantai ini tak terhingga ke belakang. Seperti mengharapkan bangunan berdiri tanpa fondasi. Pasti ada satu titik - satu wujud - yang tidak bergantung pada apapun. Wujud yang ada dengan sendirinya. Tidak perlu diciptakan. Tidak perlu sebab...

Al Fatihah Surah penuh makna mendalam

  17 Kali Dalam sehari semalam, tanpa kita sadari, ada tujuh belas kali lidah ini kembali ke pintu yang sama. Pintu itu bernama Al-Fātiḥah. Bukan kebetulan ia diulang. Bukan pula sekadar syarat sah. Ia adalah perjalanan pulang yang diulang agar kita tak tersesat terlalu jauh. Tujuh belas kali sehari, kita diajari cara berdiri sebagai manusia. Al-ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn. Tujuh belas kali kita dilatih untuk tidak memulai hidup dengan keluhan. Bukan karena hidup selalu baik, tetapi karena Tuhan tetap Rabb—Pengasuh—bahkan saat dunia terasa tidak ramah. Al-Fātiḥah tidak mengajarkan syukur setelah bahagia, tetapi syukur sebelum segalanya masuk akal. Ar-raḥmān ir-raḥīm. Tujuh belas kali kita diingatkan: Tuhan tidak mendekati manusia dengan ancaman terlebih dahulu, tetapi dengan kasih. Rahmat yang mendahului murka. Dalam dunia yang keras, ayat ini mengoreksi cara kita mencintai: tegas tanpa kehilangan welas asih. Māliki yawmid-dīn. Tujuh belas kali kita diingatkan bahwa hidup bukan ha...

Lord Baden Powell Chief Scout of The World

Jejak Sang Serigala: Petualangan Lord Baden-Powell, Bapak Pandu Sedunia Berbicara tentang Pramuka, kita tidak bisa lepas dari satu nama legendaris: Lord Baden-Powell. Pria yang akrab dipanggil "BP" (baca: Bipi ) ini bukan sekadar tokoh sejarah biasa. Hidupnya adalah sebuah kisah petualangan epik yang melahirkan Gerakan Kepanduan di seluruh dunia. Yuk, kita ikuti jejak sang pahlawan! Masa Kecil yang Tangguh Lahir di London pada 22 Februari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, BP sudah harus belajar mandiri sejak dini. Ayahnya, seorang guru besar Oxford bernama Prof. Domine Baden-Powell, meninggal saat BP baru berusia tiga tahun. Sang ibu, Henrietta Grace Smyth—seorang putri laksamana kerajaan yang tangguh—mendidik BP dan delapan saudaranya dengan penuh kasih sayang sekaligus ketegasan. Dari rumah sederhana itulah, BP belajar bahwa hidup adalah tentang berjuang. Di sekolah Charterhouse , BP awalnya dijuluki "Bathing-Towel" (Handuk Mandi) karena seri...