Selasa, 24 Februari 2026

Dunia Kita

 Tadi menjelang belanja untuk buka puasa, saya tidak sengaja bertemu teman kuliah.

Dulu kami satu kos. Satu perjuangan. Satu warung jajanan mie , burjo, dan warteg.

Sekarang dia datang bersama istri dan anaknya.

Saya pun berdiri di samping istri saya.

Kami mengobrol cukup lama. Tertawa. Mengulang cerita-cerita lama yang dulu rasanya biasa saja, tapi sekarang terdengar berharga.

Dulu…

kita pernah duduk bersama di lantai kamar kos yang dingin

Bercerita membagi mimpi yang bahkan belum punya bentuk.

Uang pas-pasan.

Makan seadanya.

Belajar sambil bercanda.

Kadang sok yakin soal masa depan, padahal aslinya sama-sama tidak tahu akan jadi apa.

Tidak pernah terpikir waktu itu, hidup akan membawa kami sejauh ini.

Saat kami berpisah dan saya melihat mereka berjalan bertiga dari kejauhan, entah kenapa dada terasa hangat.

Bukan sedih. Bukan juga haru yang meledak.

Hanya rasa yang pelan… tapi dalam.

“Oalah… ternyata kita sudah sampai di sini.”

Dulu cuma dua anak kos dengan mimpi dan doa.

Sekarang masing-masing sudah punya dunia kecil yang harus dijaga.

Waktu memang tidak terasa jalannya.

Tahu-tahu rambut mulai beruban, obrolan mulai serius, dan doa-doa kita lebih banyak menyebut nama anak dan orang tua kita yang telah tiada.

Mungkin benar…

Semakin tua, kita bukan semakin hebat.

Kita hanya semakin paham bahwa semuanya adalah titipan.

Dan hari itu saya pulang dengan satu perasaan sederhana:

Syukur.

Alhamdulillah. 

Terimakasih Ya Allah Ya Robb Ya Rahman Ya Rohim.

Karena dulu kita tidak tahu nasib ini akan dibawa ke mana.

Dan sekarang, kita berdiri di tempat yang dulu hanya bisa kita bayangkan.

Kadang hidup tidak perlu pencapaian besar untuk terasa berarti.

Cukup melihat teman lama berjalan bersama keluarganya… dan menyadari, kita semua sudah tumbuh di dunia masing-masing.

Dompet

 


Dompet alpina , bahan canvas.

Pernah Diketawain temen kantor wkwkwkwkk

Kenapa juga deh, orang gak semua sama ya

Senin, 23 Februari 2026

Usaha vs kerja

 Bisnis = Kamu atasan + staf + customer service + finance + tukang mikir


Bangun tidur yang dipikirin: hari ini ada order nggak ya🤔

Libur tetap kepikiran omzet🥱

Salah ambil keputusan, yang nanggung langsung dompet sendiri🤐

Capek belum tentu dibayar😮‍💨

Karyawan = Jam kerja jelas


Tugas ada SOP😷

Gaji datang rutin tiap bulan🤑

Salah masih ada atasan😏

Pusing dibayar, capek dibayar🤩

Kembali ke pertanyaan kenapa bisnis itu sulit (based on experience)



Bisnis itu sulit karena:


Tidak ada kepastian 😵

Hari ini laku, besok bisa sepi total. Mental diuji terus😑

Semua keputusan di pundak sendiri🥵

Mau naik harga? Salah. Mau diskon? Bisa rugi🤯

Cashflow lebih penting dari gengsi😵‍💫

Banyak bisnis kelihatan rame, tapi mati pelan-pelan karena arus kas bocor🤢

Boss dibayar terakhir😪 Karyawan, supplier, pajak semua duluan. Boss? Kalau masih sisa🤕

kenapa masih ada yang memilih bisnis? Karena kalau sudah jalan, bisnis bisa


Memberi kontrol waktu

Membuka peluang penghasilan tanpa batas

Membuat capekmu terasa punya makna

Bukan soal mana yang lebih hebat, tapi mana yang cocok dengan mental dan fase hidupmu.


Jadi karyawan itu nyaman


Jadi pebisnis itu menantang


Kalau kamu suka kepastian : karyawan itu pilihan bijak.


Kalau kamu tahan ketidakpastian : bisnis bisa jadi jalan panjang yang layak diperjuangkan.

ihdinas sirotol mustaqim ("tunjukilah kami jalan yang lurus")




Kenapa di Al-Fatihah (yang kita baca minimal 17x sehari), doanya bunyinya:

ihdinas sirotol mustaqim ("tunjukilah kami jalan yang lurus")

Kenapa bukan "masukkanlah kami ke surga"?

Bukannya tujuan akhirnya surga? Kenapa Allah malah nyuruh kita fokus ke jalan-nya, bukan destinasi-nya?

Ini mind-blowing banget penjelasannya.

Di podcast Ustadz Felix & Bang Pandji, ada point of view menarik:

Kalau kita cuma fokus sama "ujung"-nya (surga/neraka), kita bakal jadi manusia yang angkuh & judgmental.

Kita bakal sibuk nyetempel jidat orang:

"Ah dia mah ahli neraka, ibadahnya bolong."

"Wah gue ahli surga nih, sedekah kenceng, sholatnya rajin."

Kita jadi sibuk misahin siapa finish duluan, padahal peluit finish-nya aja belum ditiup.

Tapi karena doanya adalah minta "Jalan", mindset-nya kita jadi berubah total.

Hidup itu bukan balapan lari perorangan. Hidup itu seperti konvoi bareng-bareng di satu jalan raya.

Mungkin kamu di depan (lebih alim), temenmu di belakang (baru belajar), atau ada yang agak mepet ke kiri (lagi bandel dikit).

Tapi intinya, kita masih di jalan yang sama. Kita rombongan.

Allah seolah bilang:

"Udah, kamu gak usah pusingin ending-nya, itu urusan-Ku. Tugas kamu cuma pastiin kamu tetep jalan di trek yang bener."

Kalau fokus ke "jalan", kita jadi gak sibuk nge-judge. 

Kalau liat temen yang jalannya lambat atau agak melenceng, tugas kita bukan nendang dia keluar.

tugas kita gandeng dia, bilang: "Eh mas/mbak, agak tengah yuk, biar gak jatuh ke jurang."

Jadi buat yang sekarang ngerasa "jauh" banget dari surga, tenang aja. Selama kamu masih mau berusaha nyari jalan yang lurus, kamu insyaAllah aman.

 Nikmati prosesnya, jangan stress sama ending-nya.

Karena kekuatan terbesar kita bukan pada siapa yang paling suci, tapi pada seberapa mau kita jalan bareng-bareng sampai tujuan.

100 arti mimpi

 



Tafsir Mimpi ini ditampilkan sebagai wacana pengetahuan yang perlu ditinjau ulang secara individual. Bukan sebagai wacana absolut yang sahih untuk pembenaran makna Mimpi setiap pribadi dalam kaitannya pembenaran pengambilan keputusan. Editor disini tidak bertanggung jawab atas isi



1. Mimpi diberi anak : Akan mendapat harta.
2. Mimpi berkelahi dengan seseorang tapi kalah : Akan mendapat malu.
3. Mimpi berjualan di pasar : Pertanda jelek, karena kita akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.
4. Mimpi berjalan melalui banyak duri : Akan mengalami suatu kegagalan terhadap apa yang selama ini kita inginkan.
5. Mimpi berjalan dijembatan berbatu : Akan mendapatkan keselamatan.
6. Mimpi berjalan sangat jauh : Akan mendapatkan umur panjang.
7. Mimpi berjalan dijalan yang memiliki dua arah : Akan mengalami kerugian.
8. Mimpi bertengkar dengan atasan : Akan mendapat sanjungan dari Bos.
9. Mimpi melihat suami istri bertengkar : Akan mengalami penurunan dalam kesehatan.
10. Mimpi melerai orang yang sedang bertengkar : Akan dimintai pendapat oleh orang untuk memecahkan suatu persoalan.
11. Mimpi bertengkar dengan orang lain : Akan mendapat sambutan yang hangat sekali dari kekasih.
12. Mimpi berzina dengan pelacur : Akan mendapatkan istri yang setia dan penuh pengertian.
13. Mimpi berzina dengan ibu sendiri : Akan mengalami kerugian atau kesialan.
14. Mimpi berzina dengan janda : Akan mendapat istri yang masih gadis.
15. Mimpi berzina dengan seorang putri : Akan mengalami suatu kerugian.
16. Mimpi berzina dengan seorang dewi / bidadari : Akan mendapat anak dalam perkimpoian.
17. Mimpi berziina di WC : Akan mendapat suatu kehinaan.
18. Mimpi melihat bulan purnama : Akan mendapat keuntungan yang besar sekali.
19. Mimpi melihat rembulan jatuh : Akan mengalami kesusahan.
20. Mimpi melihat burung kuntul : Akan selalu salah dalam bicara. Oleh sebab itu harus berhati-hati ketika berbicara dengan orang lain.
21. Mimpi memegang burung merpati : Akan mendapat kabar atau berita .
22. Mimpi mendengar suara burung berkicau : Akan mendapatkan uang.
23. Mimpi melihat burung kenari yang bernyanyi di sangkar : Akan merasakan kebahagiaan.
24. Mimpi melihat burung gereja : Akan merencanakan sebuah usaha.
25. Mimpi melihat burung perkutut : Akan mendapatkan seorang anak yang baik budi pekertinya.
26. Mimpi melihat bintang menyinari kita : Akan naik pangkat.
27. Mimpi melihat bintang jatuh : Akan mendapat berkah dari Tuhan.
28. Mimpi melihat bintang kemukus jatuh dirumah kita : Akan mendapat kebahagiaan.
29. Mimpi ada buaya masuk rumah : Akan mendapat keuntungan.
30. Mimpi melihat buaya : Ada orang yang diam-diam akan mencelakakan kita.
31. Mimpi melihat buaya masuk ke kali : Akan memperoleh kesuksesan.
32. Mimpi membagi-bagikan bunga pada teman : Akan berpisah dengan teman.
33. Mimpi melihat bermacam-macam bunga : Akan merasakan kebahagiaan.
34. Mimpi bercinta dengan kekasih : Cinta yang kita bina akan tumbuh subur.
35. Mimpi baru memulai bercinta : Akan mengalami percekcokan dengan kekasih kita.
36. Mimpi gagal dalam bercinta ; Akan mampu membina cinta dengan baik.
37. Mimpi melihat ada darah diranjang : Akan mengalami kesusahan.
38. Mimpi melihat ada darah : Akan merasakan sesuatu yang sangat lezat.
39. Mimpi diberi dompet oleh seseorang yang tak dikenal : Akan mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas.
40. Mimpi menemukan dompet kosong : Akan mendapatkan berita yang sebenarnya kita tak ingin mendengarnya lagi.
41. Mimpi melihat dompet yang berisi penuh uang : Akan mendapat kebahagiaan.
42. Mimpi melihat orang berdasi : Akan mendapatkan keberuntungan .
43. Mimpi memakai dasi : Akan menderita penyakit.
44. Mimpi memberi gaji/upah pada istri/suami : Akan mendapat kepercayaan dalam hal cinta kasih.
45. Mimpi mendapat gaji : Akan mendapat kepercayaan dari atasan.
46. Mimpi melihat bos membagi-bagikan gaji pada teman-teman : Akan mendapat job/tugas baru.
47. Mimpi memberikan gaji pada pegawai : Akan disenangi oleh teman-teman.
48. Mimpi menolong orang yang terkena gempa : Akan mengalami keberuntungan dalam usaha.
49. Mimpi merasa ada gempa : Akan pindah dari tempat tugas semula.
50. Mimpi ada salah satu gigi tanggal : Akan ada salah seorang keluarga yang meninggal.
51. Mimpi sakit gigi sambil menangis : Akan mendapatkan halangan.
52. Mimpi melihat gunung meletus : Akan mendapatkan kedudukan terhormat.
53. Mimpi menaiki gunung yang terjal sekali dan mencapai puncak : Akan mencapai kemajuan dalam usaha.
54. Mimpi bertemu guru : Akan mendapat karunia.
55. Mimpi tengah berguru : Akan memperoleh ilmu yang baik.
56. Mimpi melihat gerhana matahari atau bulan : Akan mengalami kegagalan.
57. Mimpi melihat gajah masuk ke rumah : Akan naik pangkat.
58. Mimpi melihat gajah : Akan mendapat pujian dari orang berpangkat.
59. Mimpi melihat gajah keluar dari rumah : Akan kedatangan tamu orang terhormat.
60. Mimpi dikejar-kejar hantu : Akan menemukan kesalahan sendiri.
61. Mimpi berbicara dengan hantu : Akan berhasil dalam mencapai sesuatu.
62. Mimpi diadili oleh hakim : Akan terhindar dari fitnah.
63. Mimpi menjadi hakim : Akan memperoleh kedudukan yang tinggi.
64, Mimpi melihat harimau memasuki rumah namun kemudian kembali : Akan mengalami percintaan yang tidak abadi.
65. Mimpi dikejar-kejar harimau : Akan mendapatkan keberuntungan karena secepatnya mendapatkan jodoh.
66. Mimpi menembak harimau : Akan mendapat rejeki yang banyak.
67. Mimpi melihat hidangan yang beraneka macam : Akan mencapai kebahagiaan dalam hidup.
68. Mimpi sedang menikmati hidangan : Akan mendapatkan rejeki.
69. Mimpi melihat hujan dari jauh : Akan menemukan kesusahan.
70. Mimpi melihat ada orang kehujanan : Akan mendapat kesusahan.
71. Mimpi kehujanan disertai angin ribut : Akan mendapatkan sesuatu yang melezatkan.
72. Mimpi melihat hujan buah-buahan : Akan menjadi pemimpin dari orang yang berbuat jahat.
73. Mimpi melihat hujan salju : Ada musuh yang datang namun ia akan mengalami kebinasaan.
74. Mimpi melihat hujan yang sangat lebat : Akan sakit.
75. Mimpi melihat hujan yang berhentinya lama sekali : Akan sakit yang sembuhnya lama sekali.
76. Mimpi berada disekitar istana : Akan segera berjumpa dengan orang terhormat.
77. Mimpi berada di dalam istana : Akan mendapat kesenangan dan kebahagiaan.
78. Mimpi berpesan kepada ibu : Akan mendapat derajat yang tinggi.
79. Mimpi melihat ibu : Akan mendapat kebahagiaan.
80. Mimpi membuat sebuah jembatan : Akan tercapai dalam mengejar cita-cita.
81. Mimpi melalui jembatan : Pertanda derajat kita akan naik.
82. Mimpi menaiki perahu dan melalui jembatan : Akan melakukan sesuatu dengan hasil yang memuaskan.
83. Mimpi turun ke jurang : Akan kekurangan rejeki dan tidak akan naik pangkat.
84. Mimpi menggali jurang : Akan mendapat masalah. Oleh sebab itu kita harus hati-hati berbicara dengan orang lain.
85. Mimpi menaiki jurang : Akan segera naik pangkat.
86. Mimpi meninggalkan sebuah kapal : Akan mengalami bahaya.
87. Mimpi melihat ada kapal berlayar : Akan segera mendapatkan pekerjaan.
88. Mimpi melihat ada orang naik kapal : Akan mendapat keberuntungan.
89. Mimpi berada dalam sebuah kapal : Akan berhasil dalam membina bahtera rumah tangga.
90. Mimpi membeli sebuah kapal : Usaha yang kita tekuni akan berkembang dengan pesat.
91. Mimpi melihat kancing terjatuh : Akan mengalami rintangan. Maka harus berhati-hati dalam melakukan atau memutuskan sesuatu.
92. Mimpi memsang kancing baju : Pertanda kita harus memperbaiki kesalahan.
93. Mimpi merasa kehilangan kancing : Akan mendapat teguran dari apa yang kita kerjakan.
94. Mimpi merasa berduaan dengan suami/istri : Akan berhasil dalam melakukan sesuatu.
95. Mimpi dikamar kita banyak orang : Pertanda kita harus sabar karena akan ada banyak orang yang akan mengejek kita.
96. Mimpi berada didalam kamar mewah : Akan mendapat sesuatu yang diinginkan.
97. Mimpi berduaan didalam kamar : Akan mendapatkan hal-hal kecil tapi bermasalah.
98. Mimpi diberi kalung oleh seseorang : Akan mendapat keuntungan.
99. Mimpi membeli kalung di toko : Akan menjadi orang yang berbudi luhur.
100. Mimpi menemukan kalung dijalan : Akan dicelakai oleh orang lain.

Selasa, 10 Februari 2026

Q.S Yasin ayat 40

 Pernahkah kamu melihat teks Al-Qur'an dan menyadari bahwa huruf-hurufnya pun ikut beraksi sesuai maknanya?

Di Surah Yasin ayat 40, Allah bicara tentang planet & bintang yang beredar/berputar pada porosnya.

Ayatnya Berbunyi: 

كُلٌّ فِي فَلَكٍ

(Masing-masing beredar pada garis edarnya)

(QS. Yasin: 40)

Ayat ini menjelaskan tentang orbit benda-benda langit (Matahari, Bulan, Bintang) yang berenang (yasbahun) di angkasa.

Jika kamu baca dari depan:

 ك-ل-ف-ي-ف-ل-ك

Jika kamu baca dari belakang:

 ك-ل-ف-ي-ف-ل-ك

Sama persis!

Kalimat ini bisa dibaca bolak-balik (Palindrom). Seolah-olah huruf-hurufnya sedang "mengorb


it" mengelilingi satu titik tengah, persis seperti makna ayatnya yang membahas orbit benda langit!



Ingat, Al-Qur'an turun sebagai suara/lisan kepada Nabi ﷺ yang ummi (tidak bisa baca tulis).

Nabi tidak sedang mengotak-atik huruf di kertas ("Eh, huruf ini taruh sini biar simetris"). Tidak.

Beliau mengucapkannya secara spontan sebagai wahyu.

Bagaimana mungkin ucapan lisan bisa menghasilkan struktur visual geometris yang sesempurna ini?

Allah ingin menunjukkan bahwa Dia yang mengatur orbit planet-planet raksasa di semesta, adalah Dia juga yang mengatur letak setiap huruf kecil dalam Al-Qur'an.

Jadi, saat kita membaca Al-Qur'an, kita tidak sedang membaca buku biasa.

Kita sedang melihat kecerdasan linguistik yang melampaui kemampuan sastra manusia manapun.

Bahkan hurufnya saja bersujud patuh pada maknanya. Bagaimana dengan kita? 🥺

Selasa, 20 Januari 2026

Apakah Tuhan itu ada.?

 Saya akan Menjawab Mengunakan Argument nya Ibnu Sina.

Ibnu Sina, filosof Muslim abad ke-11, memiliki jawaban yang mencengangkan. Dia membuktikan keberadaan Tuhan tanpa mengandalkan kitab suci atau wahyu. Murni lewat logika.

Argumen Wajib al-Wujud atau "Wujud yang Wajib Ada" menjadi fondasi pemikirannya.

Bayangkan segalanya yang ada di alam semesta ini.

Pohon, batu, manusia, planet, galaksi.

Semuanya ada karena sebab lain. Tidak ada yang muncul begitu saja tanpa alasan.

Pohon ada karena biji. Biji ada karena pohon sebelumnya. Manusia ada karena orang tuanya. Orang tua ada karena kakek neneknya.

Rantai sebab akibat ini berlanjut terus ke belakang.

Tapi tunggu….

Kalau semua bergantung pada yang lain, dari mana awal mulanya? Tidak mungkin rantai ini tak terhingga ke belakang. Seperti mengharapkan bangunan berdiri tanpa fondasi.

Pasti ada satu titik - satu wujud - yang tidak bergantung pada apapun.

Wujud yang ada dengan sendirinya. Tidak perlu diciptakan. Tidak perlu sebab.

Inilah yang Ibnu Sina sebut Wajib al-Wujud.

Logikanya sederhana namun menohok: kalau tidak ada wujud yang wajib ada, tidak akan ada wujud yang mungkin ada.

Namun kenyataannya, kita semua ada di sini.

Berarti pasti ada Wujud yang Wajib Ada itu.

Tapi apakah Wujud ini harus Tuhan?

Ibnu Sina melangkah lebih jauh. Wajib al-Wujud ini punya sifat-sifat yang hanya dimiliki Tuhan.

Pertama, Dia harus satu. Tidak mungkin ada dua wujud yang sama-sama wajib ada. Kalau ada dua, berarti masing-masing punya pembeda. Pembeda itu berarti keterbatasan. Keterbatasan berarti butuh sebab lain.

Kedua, Dia harus sempurna. Kekurangan apapun berarti butuh sesuatu dari luar untuk melengkapinya. Tapi Wajib al-Wujud tidak bergantung pada apapun.

Ketiga, Dia harus mencakup semua kebaikan dan kesempurnaan. Karena dari Dialah semua wujud lain berasal.

Keempat, Dia harus memiliki pengetahuan dan kehendak. Alam semesta yang teratur dan penuh hikmah tidak mungkin muncul dari wujud yang buta dan tak berkehendak.

Sifat-sifat ini persis yang kita kenal sebagai sifat Tuhan.

Yang menarik, argumen Ibnu Sina ini tidak bergantung pada agama tertentu.

Murni rasional.

Bahkan ateis paling keras sekalipun sulit menolak logika dasar ini: sesuatu yang ada pasti punya sebab, kecuali sebab pertama itu sendiri.

Tentu saja ada kritik terhadap argumen ini.

David Hume mempertanyakan mengapa tidak mungkin ada rantai sebab akibat tak terhingga?

Immanuel Kant berargumen: keberadaan bukan properti yang bisa dibuktikan lewat logika semata.

Tapi hingga kini, belum ada yang berhasil meruntuhkan fondasi argumen Ibnu Sina sepenuhnya.

Bahkan fisika modern memberikan dukungan tak langsung.

Teori Big Bang menunjukkan alam semesta punya awal. Sebelum 13,8 miliar tahun yang lalu, tidak ada ruang, waktu, materi, atau energi.

Dari mana semuanya berasal?

Hukum kekekalan energi bilang energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Tapi energi alam semesta muncul entah dari mana 13,8 miliar tahun lalu.

Stephen Hawking mencoba menjelaskan lewat fluktuasi kuantum dan gravitasi kuantum. Tapi dia sendiri mengakui: "Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan."

Pertanyaannya: dari mana hukum gravitasi itu sendiri berasal?

Mengapa konstanta fisika alam semesta disetel dengan presisi yang luar biasa untuk memungkinkan kehidupan? Kalau konstanta gravitasi lebih besar 0,000000000000000000000000000000000001 persen saja, bintang-bintang tidak akan pernah terbentuk.

Kebetulan? Atau desain?

Ibnu Sina punya jawaban yang elegan: ada Perancang yang sempurna di balik semua ini.

Wajib al-Wujud yang menciptakan dan mengatur segala sesuatu dengan hikmah yang tak terbatas.

Argumen ini bukan sekedar permainan kata-kata filosofis.

Dia menyentuh kebutuhan manusia yang paling mendasar: mencari makna dan tujuan hidup.

Kalau hidup ini cuma kebetulan kosmis yang tak bermakna, mengapa kita merasa ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita?

Mengapa kita punya rasa tanggung jawab moral? Mengapa kita terdorong mencari kebenaran dan keadilan?

Ibnu Sina bilang. karena kita semua berasal dari sumber yang sama yakni Wajib al-Wujud yang Maha Sempurna.

Di zaman yang semakin materialistis ini, argumen Ibnu Sina mengingatkan kita bahwa rasionalitas tidak harus bertentangan dengan spiritualitas.


Justru rasionalitas sejati menuntun kita mengakui ada Realitas yang lebih tinggi dari alam materi.

Realitas yang menjadi fondasi segala keberadaan.

Realitas yang kita sebut Tuhan.

Referensi:

Avicenna (Ibn Sina). The Metaphysics of The Healing. Translated by Michael E. Marmura. Provo: Brigham Young University Press, 2005.

Rahman, Fazlur. Avicenna's Psychology: An English Translation of Kitab al-Najat. London: Oxford University Press, 1952.