Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Cewek pingsan di kereta

Cerita KRL Ekonomi 2000-an Jaman KRL Ekonomi tahun 2000-an emang penuh cerita absurd sekaligus seru. Bayangin aja, kereta penuh sesak, orang berdiri berdesakan kayak ikan sarden, bau keringet campur parfum murahan, plus suara pedagang asongan teriak “Aqua… Aqua… kacang rebus… rokok!” bikin suasana makin rame. Hari itu gue berdiri di dekat jendela, pegangan besi, posisi di antara Stasiun Kalibata – Cawang. Tiba-tiba, ada cewek di belakang gue nyender. Gue sempet mikir, “Wih, modus nih?” Tapi pas gue nengok, mukanya pucet, matanya merem. Waduh, ternyata dia pingsan! Refleks gue teriak:   “Woi! Ada yang pingsan nih, tolongin!”   Bapak-bapak yang duduk depan gue malah santai sambil nyengir:   “Ya elu aja yang tolongin, kan deket.”   Dalam hati gue: anjrit, ini orang bukannya nolong malah ngelempar tanggung jawab.   Akhirnya gue makin keras teriak:   “Woi, ini cewek pingsan goblok, bukan pura-pura tidur!”   Baru deh ibu-ib...

Menenun Waktu, Menyambut Asa

  Menenun Waktu, Menyambut Asa Kita sering kali terburu-buru, ingin segera menggenggam apa yang belum waktunya tiba, atau meratapi apa yang telah pergi membawa sebungkah rasa kehilangan.  Padahal, semesta bekerja dalam sebuah harmoni yang tenang: semua ada masanya, semua ada perannya, dan semua ada rezekinya. Bagian Pahit dan Manis yang Berdampingan Kehidupan ini tak pernah menjanjikan jalan yang melulu lurus dan bertabur kelopak mawar.  Ada hari-hari yang terasa begitu ranum dan manis, di mana tawa mengalir tanpa beban dan keberuntungan seolah memeluk kita di setiap tikungan.  Namun, ada pula hari-hari yang pahit saat langkah kaki terasa begitu berat, udara terasa sesak, dan kecewa menjadi satu-satunya kawan setia. Rasa pahit dan manis itu bukanlah tanda bahwa hidup ini tidak adil. Keduanya adalah bumbu yang sengaja diracik agar kita tahu caranya bersyukur dan mengerti arti dari sebuah perjuangan. Tanpa rasa pahit, kita mungkin akan buta terhadap indahnya rasa manis...

1989, SMP, Penataran & Jurit Malam

Angkot Ijo Kopragon dan Seragam Kekecilan Tahun 1989, saya resmi naik level: dari anak SD berseragam merah-putih menjadi calon anak SMP yang merasa sudah dewasa.  Padahal seragam masih kekecilan, hati masih deg-degan, d an dunia baru bernama SMP Negeri Pulomerak sedang menunggu di depan mata. Di Cilegon jaman itu, dunia persilatan anak SMP terbagi jadi tiga faksi besar: SMP YPWKS, SMP Negeri 1 Cilegon, dan SMP Negeri Pulomerak.  Teman-teman SD saya yang dulunya kompak main sepeda, main bola, layangan, gobak sodor, dampu dan (kadang) makan biji ketapang, nyolong buah chery dirumah kosong, langsung buyar kesebar ke tiga sekolah itu. Saya sendiri? Jujur, proses daftarnya gimana saya enggak ingat blas. Kalo gak salah semuanya diurus sama guru-guru SD, dan tahu-tahu nama saya nyangkut di SMP Negeri Pulomerak, yang lokasinya di Jalan Raya Merak KM 7. Jarak dari rumah ke SMP PM sekitar 3 kilo + 10 menit jalan kaki. Moda transportasi andalan kami adalah angkot Kopragon warna hijau leg...

Band bukan kumpulan pemain. Band adalah percakapan.

 Jack of All Trades, Ikigai, dan Jalan Musisi yang Tidak Sempit Menemukan Rumah dan Jendela: Perjalanan Musik yang Jujur Pernah gak sih, pas lagi kumpul bareng anak-anak band, kita ngerasa dilema? Di satu sisi, bisa mainin banyak hal atau jadi orang yang "serba bisa" itu kedengarannya keren banget. Tapi kalau gak hati-hati, kita malah bisa kehilangan karakter atau "suara" unik kita sendiri. Sebaliknya, kalau kita terlalu saklek dan cuma mau fokus di satu hal, dunia musik kita yang luas ini malah bisa terasa kayak kandang yang sempit. Makanya, yuk coba kita geser sedikit pertanyaannya. Ini bukan lagi soal  "Eh, lu mau jadi gitaris, vokalis, drummer, atau produser?" Pertanyaan yang lebih hangat dan mendalam sebenarnya adalah: semua skill yang kita pelajari ini, sebenarnya lagi kita pakai untuk menyuarakan apa sih? Jack of All Trades dan Ikigai Ada pepatah lama yang bilang, Jack of all trades, master of none. Katanya, orang yang bisa banyak hal itu gak bakal ...

Yusuf dan Julaiha

 “Jodoh Tak Kemana” ## Sebuah kisah nyata dari tetangga saya sendiri, seorang kakek yg sangat bersahaja, hangat, dan ramah, membuat setiap orang yg berada didekatnya terasa damai. Cerita ini tentang waktu, kehilangan, dan takdir yang akhirnya menemukan jalan pulang. ## Di sebuah kampung kecil yang damai, hiduplah seorang pemuda sederhana bernama Yusuf. Anak baik, santun, dan dikenal rajin membantu orang tua. Tak jauh dari rumahnya, tinggal seorang gadis lembut bernama Julaiha. Sejak kecil mereka saling mengenal. Orang tua mereka bahkan pernah bersepakat, suatu hari nanti Yusuf dan Julaiha akan dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Bagi orang kampung zaman itu, perjodohan bukan hal aneh. Tapi di balik itu, diam-diam tumbuh rasa yang tak pernah benar-benar diucapkan. Yusuf dan Julaiha saling menyimpan harapan, walau malu untuk berkata. Namun hidup terkadang punya jalan cerita sendiri. Yusuf mendapat kesempatan kuliah jauh di luar pulau. Di zaman ketika telepon rumah masih barang mewa...

Doa kalo ada masalah dengan orang di kantor

 "Ya Allah, hamba cuma mau kerja baik dan benar. Kalau mmg semuanya terasa salah dan ada hati yg tdk terima pun ternyata tempat ini bukan tempat yg baik utk hamba, tolong bukalah jalanku menemukan tempat mencari rezeki yg Engkau ridhoi... ...Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Membolak Balikkan hati manusia, hamba tdk mengerti, knp ada makhluk ciptaanMu yg sungguh membenci hamba bahkan sebelum mengenal hamba. Kalau kehadiran hamba, nyatanya memilukan bagi seseorang, jauhkan hamba dari pandangannya. Hamba hanya ingin bekerja yg baik dan benar, kiranya ini kesalah pahaman, buatlah dia mengerti, bahwa hamba tidak seburuk dari apa yg ada dipikirannya" Tentu, kuulang ulang jg menyebut nama org itu dalam doa.. Hidup ini cuma perlu kita yakin sama Pencipta kita. Kalau Dia itu Sang Maha..  Kalau Allah yang Janji, ga akan bohong Kalau Allah yang lakuin, ga akan ada yg mustahil Alhamdulillah. Makasih ya Allah 🤍

Last minute

 Kenapa Pertolongan Allah Datangnya Sering "Last Minute"? Pernah nggak sih merasa masalah datang bertubi-tubi sampai rasanya mau menyerah? Lalu, tepat saat kita sudah di titik "pasrah total" dan hampir putus asa, tiba-tiba pintu bantuan terbuka lebar. ​Kenapa ya pertolongan Allah seringnya datang di detik-detik terakhir?  Ternyata, "saat-saat terakhir" itu bukan karena Allah telat menolong. Justru itu adalah momen pembersihan hati. ​Sebelum pertolongan datang, Allah ingin kita menyadari satu hal:  Bahwa tidak ada satu pun makhluk atau usaha kita yang bisa menyelamatkan kita, kecuali Dia. Saat masalah baru dimulai, kita sering merasa hebat. "Tenang, saya punya tabungan." "Tenang, saya punya koneksi." "Tenang, saya bisa handle sendiri." ​Di titik ini, hati kita masih menyandarkan harapan pada "sebab-akibat", bukan pada Sang Pencipta. Allah membiarkan masalah mencapai puncaknya agar semua "sandaran palsu" itu ...

Dont stop believin

  “DON’T STOP BELIEVIN’  Buat anak-anak 80-90an, generasi kaset, anak tongkrongan, penggila rock, atau yang dulu rela muter kaset sampai pitanya kusut,  Siapa sih yang nggak langsung merinding begitu intro piano Journey : Don’t Stop Believin’ mulai bunyi? Ting tung ting… tung tang tung… ! Langsung berasa naik kereta malam menuju mimpi yang  tiada ujungnya... Banyak yang ngira ini cuma lagu rock biasa.  totally wong!  Lagu ini tuh kayak suntikan semangat buat siapa aja yang lagi jungkir balik ngejar mimpi. Ditulis dari kalimat sederhana yang dipegang kibordis journey : Jonathan Cain dari bokapnya: “Jangan berhenti percaya.” Simpel, tapi dalem banget, apalagi buat anak muda yang lagi ngerintis hidup, ngejar cinta, kerja, band, atau sekadar bertahan di kerasnya dunia. Lirik small town girl dan city boy tuh kayak cerita kita semua. Anak kampung, anak kota, anak sekolah, anak terminal, anak bengkel, anak studio musik… semua pernah ada di fase: “Gue mau j...

Kisah Ebtanas SD

  Kenangan Jaman SD: Kebaikan Pak Siswo di Masa EBTANAS Jaman SD dulu, saat masih ada EBTANAS, suasana ujian terasa begitu menegangkan. Kami anak-anak kecil datang pagi-pagi dengan seragam merah putih, membawa pensil 2B, pulpen, penghapus, type-x dan doa dari orang tua.  Salah satu ujian yang paling saya ingat adalah pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya bagian mengarang . Buat anak SD waktu itu, mengarang bukan hal mudah, tapi saya ingat betul sudah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Guru saya waktu itu bernama Pak Siswo . Sosok guru sederhana, tegas dan semangat, tapi sangat peduli pada murid-muridnya. Beliau termasuk dalam tim penilai ujian. Meski lembar jawaban diperiksa oleh guru dari sekolah lain, Pak Siswo rupanya sangat memperhatikan hasil anak-anak didiknya. Ketika nilai keluar, nilai Bahasa Indonesia saya ternyata tidak bagus, karena tidak mengerjakan soal mengarang. Ada yang terasa aneh. Pak Siswo seolah tidak percaya.  Dengan penuh keyakinan beliau berk...

Struktur cara kerja setan menggoda manusia

 Ternyata cara kerja setan goda manusia itu punya SOP yang logis dan terstruktur banget. Nggak acak sama sekali Kalau ngebedah framework klasik dari ulama Ibnu Qayyim, seenggaknya ada 6 level jebakan berurutan. Mereka selalu mulai nargetin dari level yang paling atas Level 1: Ngerusak fondasi iman (Syirik). Misal dibikin percaya ramalan bintang atau jimat. Kalau pertahanan tauhid kita kuat dan susah dijebol, jebakan bakal langsung diturunin ke Level2 Level 2: Ngubah tata cara ibadah (Bid'ah). Di sini menariknya, kenapa setan lebih suka kita ngelakuin ibadah yang nggak ada tuntunannya dibanding maksiat biasa? Logikanya gini: orang yang maksiat (misal mabuk) pasti sadar kalau dia salah, jadi masih gampang kepikiran buat taubat. Tapi kalau ngelakuin ibadah yang nggak diajarin, kita ngerasa bener dan dapet pahala, jadinya jarang banget mau minta ampun. Kalau kita tetep disiplin sama tuntunan murni, lanjut ke Level 3 Level 3: Dosa Besar. Kalau level atas gagal terus, serangannya bakal p...

Doa pengen Haji

Allahumma ballighna Makkata wal Madiinata wal 'Arafata wa Rzuqnal  hajjal mabruuro wardha 'anna wahgfirlanaa warhamnaa Anta Maulaana fanshurnaa 'Alal qoumil Kaafiriina Artinya:  Ya Allah perkenankanlah kami untuk sampai/hadir ke Mekkah, Madinah, dan Arafah, dan berikanlah kami rezeki menjadi Haji Mabrur, dan ridhailah kami, dan ampunilah kami, dan sayangilah kami. Engkaulah kekasih kami