Langsung ke konten utama

The "Endog Ceprot" Pak Nadria.

Endog Ceprot

Dua kata itu tidak akan pernah lupa dari ingatan kami. 




Singkat, khas, dan langsung melempar ingatan ke ruang kelas yang riuh di masa putih-abu. Dua kata yang hanya keluar dari lisan satu orang di sela-sela pelajaran: Siapa lagi kalau bukan guru Biologi terseru sepanjang masa, Pak Nadria.

Bagi kami, beliau bukan cuma guru yang berdiri di depan papan tulis, tapi magnet keseruan. Gaya mengajarnya ceplas-ceplos, jenaka, dan kadang sedikit "vulgar" dalam batas yang mengundang tawa. Alhasil, materi Biologi yang tadinya penuh hafalan rumit berubah jadi seru dan asyik. 

Apalagi kalau sudah masuk bab reproduksi, wah, seisi kelas otomatis melek, pasang telinga lebar-lebar, lalu berakhir dengan ledakan tawa di sana-sini. Kelas Pak Nadria selalu menjadi jam pelajaran yang paling kami tunggu.

Di sela-sela materi yang seru itu, beliau sering menyelipkan kisah masa mudanya yang tak kalah ajaib. Salah satu cerita yang paling legendaris adalah kilas balik saat beliau masih duduk di bangku SMA.

Suatu hari di ruang laboratorium yang hening, Pak Nadria muda tiba-tiba berteriak panik sekaligus penasaran.

"Pak! Pak! Sini, Pak! Coba lihat ini, kok aneh banget!" panggil Nadria muda dengan wajah serius, melambaikan tangan ke gurunya.

Sang guru lab yang penasaran langsung menghampiri meja praktikum. "Ada apa, Nad? Kamu nemu sel langka?"

"Bukan, Pak. Ini, coba Bapak intip dulu di mikroskop. Bentuknya aneh banget!"

Gurunya pun menempelkan mata ke lensa mikroskop. Dahinya berkerut saking herannya. Di dalam sana, tampak sebuah benda asing berongga, bentuknya tidak beraturan menyerupai deretan gunung misterius yang penuh dengan gua-gua gelap.

"Lho... ini benda apa, Nad? Kok strukturnya unik begini? Kamu dapat sampel dari mana?" tanya sang guru, makin penasaran.

Dengan wajah polos tanpa dosa, Nadria muda menunjuk ke permukaan meja. "Ya dari situ, Pak. Tadi nemu di meja."

Sang guru pulang hari itu dengan membawa misteri besar yang tak terpecahkan.

Hingga akhirnya, berbulan-bulan kemudian menjelang kenaikan kelas, Nadria muda berjalan mengiringi guru lab tersebut di koridor sekolah. Dengan senyum menahan tawa, dia memberanikan diri membuka obrolan.

"Pak, Bapak masih ingat enggak, sama benda aneh penuh gua yang dulu saya temukan di mikroskop?"

Gurunya menoleh, "Oh, yang bikin saya pusing mikirin klasifikasinya itu? Iya, ingat banget. Memangnya kamu sudah tahu itu sel apa?"

Nadria muda menyengir lebar, lalu berbisik, "Maaf ya, Pak... Sebenarnya itu korong (upil) saya yang saya tempel di kaca preparat."

"Astaga, Nadriaaa!" Gurunya spontan mengusap-usap  kepala Nadria muda, lalu keduanya tertawa terbahak-bahak di sepanjang koridor.

Kami yang mendengarkan cerita itu di kelas langsung riuh. Sambil tertawa, kami membatin:

Ah, mungkin gara-gara eksperimen upil itu, Pak Nadria akhirnya malah terjerumus (kualat) jadi guru Biologi. 😁

----

Waktu berlalu begitu cepat. 

Dua puluh dua tahun setelah tawa di kelas itu, kami anak-anak  alumni angkatan 94 kembali menginjakkan kaki di Smansa di tahun 2016. 

Kedatangan kami hari itu adalah untuk menghibahkan sebuah keyboard, mic wireless sebagai sedikit bentuk sumbangsih dan tanda bakti pada sekolah.



Di antara lorong-lorong sekolah yang membawa kembali ribuan memori, takdir mempertemukan kami kembali dengan beliau. 

Garis-garis wajahnya mungkin sudah berubah dimakan usia, rambutnya memutih,  tapi binar jenaka di matanya masih sama.

Saya melangkah mendekat, menjabat tangannya dengan takzim, lalu kami berpelukan sangat erat. Sebuah pelukan hangat antara guru dan murid yang kini sama-sama sudah dewasa.

Beliau menepuk-nepuk bahu saya, menatap wajah saya lekat-lekat, lalu tersenyum lebar.

"Ini Suryo, kan ya?" sapa beliau, suaranya masih sehangat dulu.

Seketika ada rasa yang membuncah di dada. Alhamdulillah, di antara ribuan murid yang pernah diajarnya, beliau masih mengingat nama saya. 

Di momen itu, jarak waktu dua puluh dua tahun rasanya runtuh seketika. Kami kembali menjadi guru dan murid yang dulu bertukar tawa di ruang kelas.

----

28 April 2023

Saya masih ingat dengan jelas malam itu, di tengah perjalanan arus balik mudik lebaran, saya menepi sejenak untuk melepas lelah di Rest Area KM 101 Tol arah Jakarta. 

Diantara riuhnya kendaraan, asap kopi yng masih mengepul,  HP di saku saya tiba-tiba berdenting tanpa henti. Berondongan notifikasi pesan WhatsApp langsung membanjiri grup alumni Smansa-94.

​Layar hp saya buka..., 

seketika suasana rest area yang bising berubah menjadi terasa sunyi.... 

Kalimat itu terpampang jelas di layar:

​Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...

Selamat jalan, Pak Nadria "Endog Ceprot".

Ya Allah... 😭

Kami semua bersaksi bahwa Pak Nadria adalah orang baik, guru yang tulus, yang menanamkan ilmu lewat kebahagiaan dan tawa. Terima kasih telah mewarnai masa remaja kami dengan dedikasi dan kehangatan yang tak tergantikan.

Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosa Pak Nadria, dan semua guru kami yg telah meninggal,  terimalah setiap butir amal kebaikannya, dan jadikanlah ilmu yang beliau bagikan sebagai penuntun jalannya. Lapangkanlah dan terangkanlah kuburnya, serta wafatkanlah beliau dalam keadaan husnul khotimah.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. 🙏






#Nadria
#GuruBiologi
#SMANSASERANG
#SMA
#Angkatan94


Komentar

Postingan populer dari blog ini

anak kecil dan operator telpon, sally & paul

  Saya baca cerita ini sudah lama sekali di internet, cerita ini sederhana, tapi saya suka.  Cerita seorang operator telepon dan anak kecil...  Reader's Digest Classic, originally published in 1966 as "The Voice in the Box" Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami. Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual. Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha tahu. Ia tahu semua nomor telepon orang lain! Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue di ujung kota. Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan mem...

Radio FM EDP Lib

Radio EDP LIB Cilegon  MEMOAR SEBUNGKUS STIKER BIRU: KISAH RADIO " GELAP " EDPLIB CILEGON Sunyinya Kota Baja dan Desis Gelombang AM Bagi anak-anak Cilegon yang tumbuh di era 80-an akhir dan awal 90-an, pilihan hiburan kami tidak banyak. Kota Baja ini rasanya sepi sekali setelah jam sekolah usai. Kalau mau mendengarkan musik di radio, pilihannya cuma satu: Radio “Top” di frekuensi AM 1152 Khz. Kalau bosan, kami harus memutar *tuning* agak jauh mencari radio “PBS” (Pahla Budi Sakti) AM 648 yang ada di Serang. Mendengarkan radio AM zaman itu butuh kesabaran tingkat dewa. Suaranya jauh dari kata jernih. Begitu ada lampu neon di rumah yang dinyalakan, langsung muncul suara interferensi yang khas: *“Zzzsssrrrrrzzz…”* berisik sekali. Lagunya? Ah, monoton. Putarannya tidak jauh dari Pop mendayu-dayu, Dangdut, Iwan Fals, Pance Pondaag, artis-artis JK Records - lagu cengeng. Tidak ada yang sehitz radio-radio Jakarta. "Bapak lu tuh, tiap hari dengerinnya lagu itu-itu mulu. Kuping ...

Doa sholat hajat

Bacaan Doa Setelah Sholat Hajat Lengkap Beserta Latin dan Artinya Doa Sholat Hajat  - Setiap manusia pasti memiliki hajat atau kebutuhan baik yang bersifat khusus pribadi maupun yang bersifat umum. Namun terkadang hajat kita susah untuk terlaksana oleh karena itu kita di anjurkan untuk mengerjakan sholat hajat agar Allah SWT segera mengabulkan apa yang menjadi hajat kita. Sholat Hajat  ialah sholat sunnah yang dikerjakan untuk meminta kepada Allah SWT supaya yang menjadi hajat kita cepat dikabulkan oleh Allah. Waktu mengerjakannya yang baik menurut para ulama yaitu setelah mengerjakan sholat Isya sampai menjelang sholat Shubuh. Untuk bacaan  niat sholat hajat  adalah sebagai berikut: Niat Sholat Hajat أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى Ushollii sunnatal haajati rok'aataini lillaahi ta'aala. Artinya: "Aku niat shalat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala." Jumlah rakaat sholat hajat dikerjakan paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak t...