Langsung ke konten utama

Menenun Waktu, Menyambut Asa

 Menenun Waktu, Menyambut Asa

Kita sering kali terburu-buru, ingin segera menggenggam apa yang belum waktunya tiba, atau meratapi apa yang telah pergi membawa sebungkah rasa kehilangan. 

Padahal, semesta bekerja dalam sebuah harmoni yang tenang: semua ada masanya, semua ada perannya, dan semua ada rezekinya.

Bagian Pahit dan Manis yang Berdampingan

Kehidupan ini tak pernah menjanjikan jalan yang melulu lurus dan bertabur kelopak mawar. 

Ada hari-hari yang terasa begitu ranum dan manis, di mana tawa mengalir tanpa beban dan keberuntungan seolah memeluk kita di setiap tikungan. 

Namun, ada pula hari-hari yang pahit saat langkah kaki terasa begitu berat, udara terasa sesak, dan kecewa menjadi satu-satunya kawan setia.

Rasa pahit dan manis itu bukanlah tanda bahwa hidup ini tidak adil. Keduanya adalah bumbu yang sengaja diracik agar kita tahu caranya bersyukur dan mengerti arti dari sebuah perjuangan.

Tanpa rasa pahit, kita mungkin akan buta terhadap indahnya rasa manis.

Langkah Perlahan dalam Keikhlasan

Maka, jalan satu-satunya untuk terus bertahan adalah dengan jalani hidup ini dengan baik dan legowo. Legowo bukanlah tanda menyerah kalah, melainkan sebuah keberanian tingkat tinggi untuk berdamai dengan kenyataan. 

Ini tentang melapangkan dada, menerima bahwa tidak semua kendali ada di tangan kita.

Teruslah melangkah, walau perlahan.

Tidak perlu berlari jika kakimu sedang lelah, berjalan setapak demi setapak jauh lebih terhormat daripada berhenti lalu berbalik arah.

Setiap jengkat jarak yang kamu tempuh, sekecil apa pun itu, adalah sebuah kemajuan.

Badai dahsyat pun pasti akan kehabisan hujan. Angin kencang akan menjadi sepoi-sepoi yang menyejukkan,  Jalan terjal yang hari ini membuatmu menangis, suatu saat nanti akan melandai. Pada akhirnya, semua fase yang melelahkan ini akan terlewati juga.

Ketika hari itu tiba—saat kamu menoleh ke belakang dari puncak yang baru—semua kepahitan dan air mata itu telah mengkristal. Mereka tidak lagi terasa menyakitkan, melainkan bertransformasi menjadi kenangan indah yang abadi dalam hati. 

Kamu akan tersenyum kecil, memeluk dirimu sendiri, dan berbisik terima kasih karena telah memilih untuk tidak menyerah, sambil menikmati secangkir kopi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

anak kecil dan operator telpon, sally & paul

  Saya baca cerita ini sudah lama sekali di internet, cerita ini sederhana, tapi saya suka.  Cerita seorang operator telepon dan anak kecil...  Reader's Digest Classic, originally published in 1966 as "The Voice in the Box" Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami. Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual. Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha tahu. Ia tahu semua nomor telepon orang lain! Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue di ujung kota. Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan mem...

Radio FM EDP Lib

Radio EDP LIB Cilegon  MEMOAR SEBUNGKUS STIKER BIRU: KISAH RADIO " GELAP " EDPLIB CILEGON Sunyinya Kota Baja dan Desis Gelombang AM Bagi anak-anak Cilegon yang tumbuh di era 80-an akhir dan awal 90-an, pilihan hiburan kami tidak banyak. Kota Baja ini rasanya sepi sekali setelah jam sekolah usai. Kalau mau mendengarkan musik di radio, pilihannya cuma satu: Radio “Top” di frekuensi AM 1152 Khz. Kalau bosan, kami harus memutar *tuning* agak jauh mencari radio “PBS” (Pahla Budi Sakti) AM 648 yang ada di Serang. Mendengarkan radio AM zaman itu butuh kesabaran tingkat dewa. Suaranya jauh dari kata jernih. Begitu ada lampu neon di rumah yang dinyalakan, langsung muncul suara interferensi yang khas: *“Zzzsssrrrrrzzz…”* berisik sekali. Lagunya? Ah, monoton. Putarannya tidak jauh dari Pop mendayu-dayu, Dangdut, Iwan Fals, Pance Pondaag, artis-artis JK Records - lagu cengeng. Tidak ada yang sehitz radio-radio Jakarta. "Bapak lu tuh, tiap hari dengerinnya lagu itu-itu mulu. Kuping ...

Doa sholat hajat

Bacaan Doa Setelah Sholat Hajat Lengkap Beserta Latin dan Artinya Doa Sholat Hajat  - Setiap manusia pasti memiliki hajat atau kebutuhan baik yang bersifat khusus pribadi maupun yang bersifat umum. Namun terkadang hajat kita susah untuk terlaksana oleh karena itu kita di anjurkan untuk mengerjakan sholat hajat agar Allah SWT segera mengabulkan apa yang menjadi hajat kita. Sholat Hajat  ialah sholat sunnah yang dikerjakan untuk meminta kepada Allah SWT supaya yang menjadi hajat kita cepat dikabulkan oleh Allah. Waktu mengerjakannya yang baik menurut para ulama yaitu setelah mengerjakan sholat Isya sampai menjelang sholat Shubuh. Untuk bacaan  niat sholat hajat  adalah sebagai berikut: Niat Sholat Hajat أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى Ushollii sunnatal haajati rok'aataini lillaahi ta'aala. Artinya: "Aku niat shalat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala." Jumlah rakaat sholat hajat dikerjakan paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak t...