Sekitar tahun 1977–1978, ketika aku baru lahir, bapak berangkat jauh dari tanah air untuk sebuah tugas penting: training di sebuah pabrik baja besar di Puebla, Mexico.
Aku tentu tak ingat masa itu, tapi foto-foto lama dan amplop surat beralamatkan tempat tinggal bapak menjadi pintu masuk ke dunia kenangan yang nyaris terlupakan.
Salah satu foto memperlihatkan bapak berdiri di depan sebuah gereja tua. Rasa penasaran membawaku bertanya pada teknologi : ChatGPT dan Google Maps.
Dari beberapa pilihan, akhirnya kutemukan jawabannya: Catedral de Puebla.
Melihatnya lewat Google Maps tahun 2023, bentuk gereja itu masih sama, kokoh dan anggun. Aku membayangkan bapak berdiri di sana, mungkin dengan tripod dan timer, memotret dirinya sendiri.
Sebuah potret sederhana, tapi sarat makna.
foto bapak didepan sebuah gereja tua. dengan mudah saya dapat mengetahui alamatnya dengan bertanya ke chatgpt, "dimanakan lokasi foto ini?" dengan tepat chatgpt memberi jawaban 3 pilihan beberapa gereja di mexico, no1 salah, dan yg pilihan no 2 ternyata tepat sekali
Perjalanan berlanjut ke alamat tempat tinggal bapak: Hotel Amueblado, 4 Caminos, Boulevard Hermanos Serdán, Puebla. Dari amplop surat yang kutemukan, aku mencoba menelusuri jejaknya. Awalnya hanya menemukan sebuah SPBU BP di lokasi itu. Namun setelah menggali lebih dalam, akhirnya kutemukan sebuah hotel kecil tak jauh dari sana.
Melalui Google Maps timeline tahun 2009, muncullah nama yang sama: Hotel Amueblado 4 Caminos. Baru kemudian aku tahu, “amueblado” berarti hotel dengan perabot, dan “4 Caminos” dibaca Cuatro Caminos. Sayangnya, hotel itu kini sudah berganti menjadi bangunan baru yang lebih megah.
beberapa kali saya cari di googlemaps ternyata alamat tsb adalah sebuah spbu bp.
namun setelah coba cari lebih detil, akhirnya ketemu sebuah hotel kecil tak jauh dari spbu bp tsb, ada sebuah hotel. lagi2 thanks to googlemaps saya lihat timeline tahun 2009 dan , taraaa.....
ketemu hotel amueblado 4 caminos
saya baru ngeh setelah tanya chatgpt, ternyata hotel amueblado artinya hotel yang ada perabotnya. dan 4 caminos dibaca cuatro caminos
nah ketemu deh.
Sayang hotel cuatro caminos ini udah gak ada lagi.
Sudah berganti jadi hotel baru yg megah
Meski tempat-tempat itu berubah, jejak bapak tetap hidup. Dengan bantuan teknologi, aku bisa merangkai kembali potongan kisahnya: seorang pemuda Indonesia yang berani menyeberang samudra, belajar di pabrik baja Mexico, dan meninggalkan jejak di kota Puebla.
Kenangan itu bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan warisan yang membuatku semakin dekat dengan sosok bapak meski hanya lewat foto, surat, dan alamat yang kutemukan.
Alhamdulillah, berkat teknologi, aku bisa menelusuri kembali rekam jejak bapak di Mexico. Sebuah perjalanan lintas waktu, dari foto lama hingga peta digital, yang menjadikan kenangan itu abadi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar