Senin, 28 Maret 2022

Asmaul Husna

 

Tabel 99 Asmaul Husna

No

Asmaul Husna

(Latin)

Asmaul Husna

(Arab)

Artinya
1Ar-RahmânuالرَّحْمـٰنُYang Maha Pengasih
2Ar-RaḫîmuالرَّحِيْمُYang Maha Penyayang
3Al-MalikuالْمَلِكُYang Maha Merajai/Memerintah
4Al-QuddûsuالْقُدُّوْسُYang Mahasuci
5As-SalâmuالسَّلاَمُYang Maha Memberi Kesejahteraan
6Al-Mu’minuالْمُؤْمِنُYang Maha Memberi Keamanan
7Al-MuhaiminuالْمُهَيْمِنُYang Maha Pemelihara
8Al-`AzizuالْعَزِيْزُYang Memiliki Mutlak Kegagahan
9Al-JabbâruالْجَبَّارُYang Maha Perkasa
10Al-MutakabbiruالْمُتَكَبِّرُYang Maha Megah
11Al-KhâliquالْخَالِقُYang Maha Pencipta
12Al-Bâri’uالْبَارِئُYang Maha Melepaskan
13Al-MushawwiruالْمُصَوِّرُYang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14Al-GhaffaruالْغَفَّارُYang Maha Pengampun
15Al-QahhâruالْقَهَّارُYang Maha Memaksa
16Al-WahhâbuالْوَهَّابُYang Maha Pemberi Karunia
17Ar-RazzâquالرَّزَّاقُYang Maha Pemberi Rezeki
18Al-FattâhuالْفَتَّاحُYang Maha Pembuka Rahmat
19Al-`AlîmuالْعَلِيْمُYang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20Al-QâbidluالْقَابِضُYang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21Al-BâsithuالْبَاسِطُYang Maha Melapangkan (makhluknya)
22Al-KhâfidluالْخَافِضُYang Maha Merendahkan (makhluknya)
23Ar-Râfi`uالرَّافِعُYang Maha Meninggikan (makhluknya)
24Al-Mu`izzuالْمُعِزُّYang Maha Memuliakan (makhluknya)
25Al-MudzilluالْمُذِلُّYang Maha Menghinakan (makhluknya)
26As-Samî`uالسَّمِيْعُYang Maha Mendengar
27Al-BashîruالْبَصِيْرُYang Maha Melihat
28Al-ḪakamuالْحَكَمُYang Maha Menetapkan
29Al-`AdluالْعَدْلُYang Mahaadil
30Al-LathîfuاللَّطِيْفُYang Mahalembut
31Al-KhabîruالْخَبِيْرُYang Maha Mengetahui Rahasia
32Al-ḪalîmuالْحَلِيْمُYang Maha Penyantun
33Al-`AdhîmuالْعَظِيْمُYang Mahaagung
34Al-GhafûruالْغَفُوْرُYang Maha Pengampun
35Asy-SyakûruالشَّكُوْرُYang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36Al-`AliyyuالعَلِيُّYang Maha Tinggi
37Al-KabîruالْكَبِيْرُYang Maha Besar
38Al-ḪafîdhuالْحَفِيْظُYang Maha Menjaga
39Al-MuqîtuالْمُقِيْتُYang Maha Pemberi Kecukupan
40Al-ḪasîbuالْحَسِيْبُYang Maha Membuat Perhitungan
41Al-JalîluالْجَلِيْلُYang Mahamulia
42Al-KarîmuالْكَرِيْمُYang Maha Pemurah
43Ar-RaqîbuالرَّقِيْبُYang Maha Mengawasi
44Al-MujîbuالْمُجِيْبُYang Maha Mengabulkan
45Al-Wâsi`uالْوَاسِعُYang Maha Luas
46Al-ḪakîmuالْحَكِيْمُYang Maha Maka Bijaksana
47Al-WadûduالْوَدُوْدُYang Maha Pencinta
48Al-MajîduالْمَجِيْدُYang Maha Mulia
49Al-Bâ`itsuالْبَاعِثُYang Maha Membangkitkan
50Asy-SyahîduالشَّهِيْدُYang Maha Menyaksikan
51Al-ḪaqquالْحَقُّYang Mahabenar
52Al-WakîluالْوَكِيْلُYang Maha Memelihara
53Al-QawiyyuالْقَوِيُّYang Mahakuat
54Al-MatînuالْمَتِيْنُYang Mahakokoh
55Al-WaliyyuالْوَلِيُّYang Maha Melindungi
56Al-ḪamîduالْحَمِيْدُYang Maha Terpuji
57Al-MuḫshîالْمُحْصِيْYang Maha Mengalkulasi
58Al-Mubdi’uالْمُبْدِئُYang Maha Memulai
59Al-Mu`iduالْمُعِيْدُYang Maha Mengembalikan Kehidupan
60Al-MuḫyiالْمُحْيِYang Maha Menghidupkan
61Al-MumîtuالْمُمِيْتُYang Maha Mematikan
62Al-ḪayyuالْحَيُّYang Mahahidup
63Al-QayyûmuالْقَيُّوْمُYang Mahamandiri
64Al-WâjiduالْوَاجِدُYang Maha Penemu
65Al-MâjiduالْمَاجِدُYang Mahamulia
66Al-WâḫiduالْوَاحِدُYang Maha Tunggal
67Al-AḫaduالْأَحَدُYang Maha Esa
68Ash-ShamaduالصَّمَدُYang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69Al-QâdiruالْقَادِرُYang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70Al-MuqtadiruالْمُقْتَدِرُYang Maha Berkuasa
71Al-MuqaddimuالْمُقَدِّمُYang Maha Mendahulukan
72Al-MuakhiruالْمُؤَخِّرُYang Maha Mengakhirkan
73Al-AwwaluالْاَوَّلُYang Mahaawal
74Al-ÂkhiruالْآخِرُYang Mahaakhir
75Adh-DhâhiruالظَّاهِرُYang Mahanyata
76Al-BâthinuالْبَاطِنُYang Maha Ghaib
77Al-WâlîالْوَالِيYang Maha Memerintah
78Al-Muta`âliالْمُتَعَالِيYang Maha Tinggi
79Al-BarruالْبَرُّYang Maha Penderma
80At-TawwabuالتَّوَّابُYang Maha Penerima Tobat
81Al-MuntaqimuالْمُنْتَقِمُYang Maha Penuntut Balas
82Al-`AfuwwuالْعَفُوُّYang Maha Pemaaf
83Ar-Ra’ûfuالرَّؤُوْفُYang Maha Pengasih
84Mâlikul-mulkiمَالِكُ الْمُلْكِYang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85Dzul-Jalâli wal-Ikramذُوْ الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِYang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86Al-MuqsithuالْمُقْسِطُYang Mahaadil
87Al-Jâmi`uالْجَامِعُYang Maha Mengumpulkan
88Al-GhaniyyuالْغَنِيُّYang Maha Berkecukupan
89Al-MughnîالْمُغْنِيْYang Maha Memberi Kekayaan
90Al-Mâni`uالْمَانِعُYang Maha Mencegah
91Adl-DlâruالضَّارُYang Maha Memberi Derita
92An-Nâfi`uالنَّافِعُYang Maha Memberi Manfaat
93An-NûruالنُّوْرُYang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94Al-HâdîالْهَادِيْYang Maha Pemberi Petunjuk
95Al-Badî`uالْبَدِيْعُYang Maha Pencipta
96Al-BâqîالْبَاقِيْYang Mahakekal
97Al-WâritsuالْوَارِثُYang Maha Pewaris
98Ar-RasyîduالرَّشِيْدُYang Mahapandai
99Ash-ShabûruالصَّبُوْرُYang Mahasabar

Selasa, 25 Januari 2022

Doa Nabi Ibrahim

 Doa Nabi Ibrahim untuk Meminta Keturunan

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

“Rabbi hab li minas-saalihiin.”

Artinya :

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS. As Shaffat ayat 100).


Bacaan Doa Nabi Ibrahim supaya Anak Keturunannya Shaleh 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Rabbij’alni muqimas-salati wa min żurriyyati rabbana wa taqabbal du’a. Rabbanagfir li wa liwālidayya wa lil-mu`minina yauma yaqumul-hisāb.”

Arinya :

“Ya tuhanku, jadikanlah aku sebagai orang yang mendirikan shalat dan juga keturunanku. Ya Tuhanku, terimalah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang-orang mukmin di hari perhitungan.” (QS. surat Ibrahim ayat 40-41).

Sesungguhnya, doa Nabi Ibrahim ini dapat Anda amalkan untuk anak cucu yang ada sekarang ataupun nanti. Doakan kebaikan dan iman yang teguh kepada Allah untuk semua anak cucu kita nantinya. Berharap mereka mendapatkan hidayah dan selalu berada dalam lindungan Allah.


Bacaan Doa Nabi Ibrahim agar Negeri Aman 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِر

“Wa iz qāla ibrāhimu rabbij’al hāzā baladan āminaw warzuq ahlahu minas-samarāti man āmana min-hum billāhi wal-yaumil-ākhir.”

Artinya :

Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan limpahkanlah penduduknya rezeki dari buah-buahan, yakni orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir di antara mereka.” (QS. Al-Baqarah ayat 126).

Doa Nabi Ibrahim ini sangat pas untuk kita amalkan saat ini. Di kala banyak kemaksiatan mulai meraja lela dan membahayakan generasi penerus kita. Doa ini harus sering kita baca supaya negara Indonesia ini selalu aman supaya kegiatan ibadah tetap lancar.


Bacaan Doa Nabi Ibrahim supaya Amalnya diterima Allah 

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِي

“Rabbana taqabbal minna innaka ‘antas sami’ul ‘alim”.

Artinya :

“Ya Tuhan kami terimalah amal dari kami, sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 127).

Dalam doa Nabi Ibrahim di atas, Nabi memuji Allah dengan menyebutkan Asmaul Husna yaitu As Sami’u dan Al Alim.

As Sami’u berarti bahwa Allah mendengar setiap doa-doa yang kita panjatkan. Meskipun jumlah manusia ada milyaran, namun Dia tidak akan melewatkan satu pun doa yang kita ucapkan.

Sedangkan Al Alim adalah sifat Allah yang maha mengetahui. Sebagai manusia biasa, kita tidak bisa tahu isi hati manusia lainnya. Namun Allah bisa mengetahuinya. Oleh sebab itu, niatkan setiap ibadah Anda hanya karena Allah dan hapus niat-niat lainnya.

Doa Nabi Ibrahim yang terakhir adalah agar supaya amal kebaikan yang kita lakukan di dunia ini dapat diterima oleh Allah. Amal baik, perbuatan terpuji, dan semua aktivitas amal ibadah lain yang kita lakukan pasti ingin diterima dan mendapatkan ganjaran berupa pahala.

Doa Nabi Yusuf

1. Doa dihindarkan dari Fitnah dan terhindar dari musibah


رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Rabbis sijnu ahabbu ilayya mimma yadh’unani ilaihi. Wa illa tashrif anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun minal jahilin.”

Artinya :

“Ya Tuhanku, penjara lebih aku senangi daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.”

Doa nabi Yusuf ini dibaca ketika nabi Yusuf menghadapi sebuah ujian yaitu tatkala beliau digoda oleh istri orang yang mengasuhnya.

Dengan doa tersebut, nabi Yusuf diselamatkan Allah dari godaan setan dan fitnah dari perempuan yang menggodanya. Anda bisa menggunakan doa ini supaya selalu terhindar dari cobaan dan godaan hawa nafsu.

2 Doa Nabi Yusuf Ketika Bercermin 

اَلَّلهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

“Allahumma kamaa hassanta khalqii fa hassin khuliqi.”

Artinya :

“Ya Allah sebagaimana Engaku telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.”

Doa nabi Yusuf diatas bisa Anda amalkan ketika sedang bercermin agar memilki aura wajah yang menawan.

4 Doa Nabi Yusuf Agar Dicintai 

الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي

“Allaahumma ‘alnii nuuru yusufa ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan.”

Artinya :

“Ya Allah, jadikanlah Nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta memiliki cinta kasih kepadaku.”

Kedua doa nabi Yusuf diatas bisa Anda amalkan untuk mendapatkan wajah yang menawan dan menarik. Doa ini memiliki manfaat yang sangat luar biasa yaitu mampu memancarkan aura wajah kita.



Doa Nabi Sulaiman

1. Doa Memperoleh Kekayaan dari Jalan yang Baik

 رَبِّ اغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكُا لاَّ يَنْبَغِي لِاَ حَدِ مِّنْ بَعْدِي , اِنَّكَ اَنْتَ الْوَ هَّابُ

“Rabbìghfìrlìì wahablìì mulkulla yanbaghìì lì’ahadììm mìn ba’dìì, ìnnaka antal wahhaabu.”

Artinya :

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad ayat 35).


2. Menundukkan Jin dan Binatang

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ

“Bismillah hirrahmani rahiim, laa ta’luu alayya wa’tuunii muslimiin.”

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepada-Ku dan datanglah kepada-Ku sebagai orang orang yang berserah diri.”

3. Doa Syukur Menjadi Hamba Allah

رَبِّ اَوْزِ عْنِىِ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى اَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَى وَلِدَىَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَلِحًا تَرْ ضَهُ وَاَذْخِلْنِى بِرَ حْمَتِكَ فِى عِبَا دِكَ الصَّلِحِيْنَ

“Rabbì awzì’nìì an asykura nì’mataka latìì an’amta ‘alayya wa’alaa waalìdayya wa an a’mala shaalìhan tardaahu wa adkhìlnìì bìrahmatìka fìì’ìbaadìkash shaalìhììn.”

Artinya :

“Ya tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml ayat 19).


4. Doa untuk Mensyukuri Nikmat Allah

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَشِيْرِ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْ مِنِيْنَ

“Alhamdulìllahìl ladzìì fadhdhalanaa alaa kasyììrìm mìn ìbaadìhìl mu’mìnììna.”

Artinya :

“Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba hambanya yang beriman.” (QS. An Naml ayat 15).



Selasa, 05 Oktober 2021

Sholawat

 thibbil qulub

Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim

Artinya : “Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga shalawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.

“Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman. Taman ‘ala sayyidina Muhammadi lladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawaaiju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khotima wa yustaqol ghomawu biwajhihil kariim wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’lu mi laka.” Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, …

sholawat al fatih

Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim (ada pula yang baca shiratikal mustaqim). Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala alihi, wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘adzhim

Artinya “Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah limpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

 sholawat nariyah

Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu. Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka

Artinya: “Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan.”

“Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

sholawat munjiyat

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati

Artinya “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi, menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.“

sholawat Shahibun-Nasab

Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin shohibin nasabisy syarifi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim

Artinya “Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam sejahtera kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, pemilik nasab yang mulia dan semoga shalawat tercurah kepada para keluarga dan para sahabat beliau, dan juga berikanlah keselamatan.”

sholawat mansub

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammadin, Sholatan Taghfiru Bihadzunub, wa Tuslihu Bihal Qulub, wa Tantholiqu Bihal 'Usuub wa Talinu Bihasshu'uub wa 'ala Alihi wa Sohbihi wa man ilaihi Mansub."

Artinya:

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad yang dengannya engkau ampuni kami, Engkau perbaiki hati kami menjadi lancar urat-urat kami, menjadi mudah segala kesulitan, juga kepada keluarganya dan para sahabatnya beserta orang-orang dimansubkan (dinisbatkan) kepada baliau".

Sholawat ini dibaca dengan hitungan ganjil 11 atau 21 kali setiap selesai sholat fardhu. Apabila punya hajat mendesak dibaca 41 kali/101 kali. Dianjurkan terlebih dahulu menghadiahkan Al-Fatihah kepada kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan kepada Habib Sholeh Tanggul, kemudian mebaca Sholawat Mansub.

Ayat-ayat Al Qur'an kehidupan keimanan kematian

Al Baqarah (2) : 4

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (4)

Al Baqarah (2) : 28

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28)


Al Baqarah (2) : 36

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (36)


Al Baqarah (2) : 85

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (85)


Al Baqarah (2) : 96

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (96)


Al Baqarah (2) : 154

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup[100], tetapi kamu tidak menyadarinya. (154)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(155)

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (156)


Al Baqarah (2) : 165

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (165)


Al Baqarah (2) : 259

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (259)


Al Baqarah (2) : 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (261)


Ali Imran (3) : 6

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (6)


Ali Imran (3) : 25

Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).(25)


Ali Imran (3) : 36

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. (36)


Ali Imran (3) :109

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. (109)


Ali Imran (3) :116

Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (116)


Ali Imran (3) :158

Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan. (158)


Ali Imran (3) :169

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (169)


Ali Imran (3) :182

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. (182)


Ali Imran (3) :185

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.


Al Maa-idah (5) :36 - 37

Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. (36)

Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. (37)


Al An’am (6) : 29 - 30

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan" (29)

Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: "Bukankah (kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Berfirman Allah: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)." (30)


Al An’am (6) : 32

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya. (32)


Al An’am (6) : 65

Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)." (65)


Al An’am (6) : 130


Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (130)


Al A’araf (7) : 25

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.


Al A’araf (7) : 172

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",(172)


Yunus (10) : 4

Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka


Yunus (10) : 53

Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah: "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)." (53)


Al Huud (11) : 7

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (7)


Al Huud (11) : 76

Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak. (76)


Al Huud (11) : 106 – 108

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), (106)

mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (107)

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (108)


Al Hijr (15) : 29

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(29)


An Nahl (16) : 111

(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan). (111)


Al Israa’ (17) : 49

Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" (49)


Al Israa’ (17) : 52

yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.(52)


Maryam (19) : 98

Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (98)


Al Anbyaa’ (21) : 35

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (35)


Al Anbyaa’ (21) : 64

Maka mereka telah kembali kepada kesadaran dan lalu berkata: "Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)", (64)


Al Anbyaa’ (21) : 104

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (104)


Al Hajj (22) : 11

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (11)


Al Hajj (22) : 69

Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya. (69)


Al Mu’minuun (23) : 12 - 14

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(12)

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (13)

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (14)


Al Mu’minuun (23) : 99 - 100

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). (99)

agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan (100)


Al Mu’minuun (23) : 112 - 114

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" (112)

Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." (113)

Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui (114)


Al Qashash (28) : 77

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (77)


Al Qashash (28) : 88

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (88)


Ar Ruum (30) : 11

Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali; kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan (11)


Ar Ruum (30) : 55 – 56

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; "mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)." Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran) (55)

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)." (56)


As Sajadah (32) 7 - 9

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (7)

Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (Sperma & ovum). (8)

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(9)


Saba’ (34) : 3

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)", (3)


Saba’ (34) : 28

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.(28)


Faathir (35) : 22

dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar (22)


Yaasiin (36) : 52

Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?." Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya). (52)


Yaasiin (36) : 81

Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.(81)


Az Zumar (39) : 42

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (42)


Az Zumar (39) : 70

Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.(70)


Al Mu’min (40) : 17

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (17)


Al Mu’min (40) : 46

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." (46)


Az Zukhruf (43) : 66

Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. (66)


Az Zukhruf (43) : 74

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. (74)


Az Zukhruf (43) : 80

Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka (80)


Al  Jatsiyah (45) : 28

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (28)


An Najm (53) : 23

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. (23)


Nuh (71) : 17

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, (17)


Al Mudadatstsir (74) : 38

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (38)


Al Insaan (76) : 1-2

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(2)


Al A’laa (87) : 16 – 17

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. (16)

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (17)


Al Fajr (89) : 27 -30

Hai jiwa yang tenang. (27)

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.(28)

Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,(29)

masuklah ke dalam syurga-Ku.(30)


Asy Syam (91) : 7-10

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), (7)

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (8)

sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9)

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10)


At Tiin (95) : 4

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (4)