Pernahkah kamu melihat teks Al-Qur'an dan menyadari bahwa huruf-hurufnya pun ikut beraksi sesuai maknanya?
Di Surah Yasin ayat 40, Allah bicara tentang planet & bintang yang beredar/berputar pada porosnya.
Ayatnya Berbunyi:
كُلٌّ فِي فَلَكٍ
(Masing-masing beredar pada garis edarnya)
(QS. Yasin: 40)
Ayat ini menjelaskan tentang orbit benda-benda langit (Matahari, Bulan, Bintang) yang berenang (yasbahun) di angkasa.
Jika kamu baca dari depan:
ك-ل-ف-ي-ف-ل-ك
Jika kamu baca dari belakang:
ك-ل-ف-ي-ف-ل-ك
Sama persis!
Kalimat ini bisa dibaca bolak-balik (Palindrom). Seolah-olah huruf-hurufnya sedang "mengorb
it" mengelilingi satu titik tengah, persis seperti makna ayatnya yang membahas orbit benda langit!
Ingat, Al-Qur'an turun sebagai suara/lisan kepada Nabi ﷺ yang ummi (tidak bisa baca tulis).
Nabi tidak sedang mengotak-atik huruf di kertas ("Eh, huruf ini taruh sini biar simetris"). Tidak.
Beliau mengucapkannya secara spontan sebagai wahyu.
Bagaimana mungkin ucapan lisan bisa menghasilkan struktur visual geometris yang sesempurna ini?
Allah ingin menunjukkan bahwa Dia yang mengatur orbit planet-planet raksasa di semesta, adalah Dia juga yang mengatur letak setiap huruf kecil dalam Al-Qur'an.
Jadi, saat kita membaca Al-Qur'an, kita tidak sedang membaca buku biasa.
Kita sedang melihat kecerdasan linguistik yang melampaui kemampuan sastra manusia manapun.
Bahkan hurufnya saja bersujud patuh pada maknanya. Bagaimana dengan kita? 🥺

Tidak ada komentar:
Posting Komentar