Selasa, 20 Januari 2026

Apakah Tuhan itu ada.?

 Saya akan Menjawab Mengunakan Argument nya Ibnu Sina.

Ibnu Sina, filosof Muslim abad ke-11, memiliki jawaban yang mencengangkan. Dia membuktikan keberadaan Tuhan tanpa mengandalkan kitab suci atau wahyu. Murni lewat logika.

Argumen Wajib al-Wujud atau "Wujud yang Wajib Ada" menjadi fondasi pemikirannya.

Bayangkan segalanya yang ada di alam semesta ini.

Pohon, batu, manusia, planet, galaksi.

Semuanya ada karena sebab lain. Tidak ada yang muncul begitu saja tanpa alasan.

Pohon ada karena biji. Biji ada karena pohon sebelumnya. Manusia ada karena orang tuanya. Orang tua ada karena kakek neneknya.

Rantai sebab akibat ini berlanjut terus ke belakang.

Tapi tunggu….

Kalau semua bergantung pada yang lain, dari mana awal mulanya? Tidak mungkin rantai ini tak terhingga ke belakang. Seperti mengharapkan bangunan berdiri tanpa fondasi.

Pasti ada satu titik - satu wujud - yang tidak bergantung pada apapun.

Wujud yang ada dengan sendirinya. Tidak perlu diciptakan. Tidak perlu sebab.

Inilah yang Ibnu Sina sebut Wajib al-Wujud.

Logikanya sederhana namun menohok: kalau tidak ada wujud yang wajib ada, tidak akan ada wujud yang mungkin ada.

Namun kenyataannya, kita semua ada di sini.

Berarti pasti ada Wujud yang Wajib Ada itu.

Tapi apakah Wujud ini harus Tuhan?

Ibnu Sina melangkah lebih jauh. Wajib al-Wujud ini punya sifat-sifat yang hanya dimiliki Tuhan.

Pertama, Dia harus satu. Tidak mungkin ada dua wujud yang sama-sama wajib ada. Kalau ada dua, berarti masing-masing punya pembeda. Pembeda itu berarti keterbatasan. Keterbatasan berarti butuh sebab lain.

Kedua, Dia harus sempurna. Kekurangan apapun berarti butuh sesuatu dari luar untuk melengkapinya. Tapi Wajib al-Wujud tidak bergantung pada apapun.

Ketiga, Dia harus mencakup semua kebaikan dan kesempurnaan. Karena dari Dialah semua wujud lain berasal.

Keempat, Dia harus memiliki pengetahuan dan kehendak. Alam semesta yang teratur dan penuh hikmah tidak mungkin muncul dari wujud yang buta dan tak berkehendak.

Sifat-sifat ini persis yang kita kenal sebagai sifat Tuhan.

Yang menarik, argumen Ibnu Sina ini tidak bergantung pada agama tertentu.

Murni rasional.

Bahkan ateis paling keras sekalipun sulit menolak logika dasar ini: sesuatu yang ada pasti punya sebab, kecuali sebab pertama itu sendiri.

Tentu saja ada kritik terhadap argumen ini.

David Hume mempertanyakan mengapa tidak mungkin ada rantai sebab akibat tak terhingga?

Immanuel Kant berargumen: keberadaan bukan properti yang bisa dibuktikan lewat logika semata.

Tapi hingga kini, belum ada yang berhasil meruntuhkan fondasi argumen Ibnu Sina sepenuhnya.

Bahkan fisika modern memberikan dukungan tak langsung.

Teori Big Bang menunjukkan alam semesta punya awal. Sebelum 13,8 miliar tahun yang lalu, tidak ada ruang, waktu, materi, atau energi.

Dari mana semuanya berasal?

Hukum kekekalan energi bilang energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Tapi energi alam semesta muncul entah dari mana 13,8 miliar tahun lalu.

Stephen Hawking mencoba menjelaskan lewat fluktuasi kuantum dan gravitasi kuantum. Tapi dia sendiri mengakui: "Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan."

Pertanyaannya: dari mana hukum gravitasi itu sendiri berasal?

Mengapa konstanta fisika alam semesta disetel dengan presisi yang luar biasa untuk memungkinkan kehidupan? Kalau konstanta gravitasi lebih besar 0,000000000000000000000000000000000001 persen saja, bintang-bintang tidak akan pernah terbentuk.

Kebetulan? Atau desain?

Ibnu Sina punya jawaban yang elegan: ada Perancang yang sempurna di balik semua ini.

Wajib al-Wujud yang menciptakan dan mengatur segala sesuatu dengan hikmah yang tak terbatas.

Argumen ini bukan sekedar permainan kata-kata filosofis.

Dia menyentuh kebutuhan manusia yang paling mendasar: mencari makna dan tujuan hidup.

Kalau hidup ini cuma kebetulan kosmis yang tak bermakna, mengapa kita merasa ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita?

Mengapa kita punya rasa tanggung jawab moral? Mengapa kita terdorong mencari kebenaran dan keadilan?

Ibnu Sina bilang. karena kita semua berasal dari sumber yang sama yakni Wajib al-Wujud yang Maha Sempurna.

Di zaman yang semakin materialistis ini, argumen Ibnu Sina mengingatkan kita bahwa rasionalitas tidak harus bertentangan dengan spiritualitas.


Justru rasionalitas sejati menuntun kita mengakui ada Realitas yang lebih tinggi dari alam materi.

Realitas yang menjadi fondasi segala keberadaan.

Realitas yang kita sebut Tuhan.

Referensi:

Avicenna (Ibn Sina). The Metaphysics of The Healing. Translated by Michael E. Marmura. Provo: Brigham Young University Press, 2005.

Rahman, Fazlur. Avicenna's Psychology: An English Translation of Kitab al-Najat. London: Oxford University Press, 1952.

Al Fatihah Surah penuh makna mendalam

 



17 Kali

Dalam sehari semalam, tanpa kita sadari, ada tujuh belas kali lidah ini kembali ke pintu yang sama.

Pintu itu bernama Al-Fātiḥah.


Bukan kebetulan ia diulang.

Bukan pula sekadar syarat sah.

Ia adalah perjalanan pulang

yang diulang agar kita tak tersesat terlalu jauh.


Tujuh belas kali sehari, kita diajari cara berdiri sebagai manusia.


Al-ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn.

Tujuh belas kali kita dilatih untuk tidak memulai hidup dengan keluhan.

Bukan karena hidup selalu baik, tetapi karena Tuhan tetap Rabb—Pengasuh—bahkan saat dunia terasa tidak ramah.

Al-Fātiḥah tidak mengajarkan syukur setelah bahagia, tetapi syukur sebelum segalanya masuk akal.


Ar-raḥmān ir-raḥīm.

Tujuh belas kali kita diingatkan:

Tuhan tidak mendekati manusia dengan ancaman terlebih dahulu, tetapi dengan kasih.

Rahmat yang mendahului murka.

Dalam dunia yang keras, ayat ini mengoreksi cara kita mencintai: tegas tanpa kehilangan welas asih.


Māliki yawmid-dīn.

Tujuh belas kali kita diingatkan bahwa hidup bukan hanya hari ini.

Bahwa kekuasaan, popularitas, dan kemenangan….semuanya sementara.

Ada hari ketika semua topeng runtuh, dan yang tersisa hanyalah siapa kita sebenarnya.

Ayat ini menjaga manusia dari mabuk kuasa dan putus asa.


Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn.


Inilah inti.

Tujuh belas kali sehari kita meluruskan relasi:

menyembah tanpa memperalat Tuhan,

dan meminta tolong tanpa merasa mandiri secara palsu.

Ini ayat yang mematahkan kesombongan spiritual sekaligus menyembuhkan kelelahan jiwa.



Ihdinaṣ-ṣirāṭal mustaqīm.


Tujuh belas kali kita mengakui sesuatu yang jarang diucapkan dengan jujur:

bahwa kita bisa salah arah.

Bahwa kecerdasan, pengalaman, dan niat baik belum tentu cukup.

Hidayah bukan hadiah sekali jadi, tetapi kebutuhan harian, seperti napas. Petunjuk yang kita minta sebanyak 17 kali ini adalah nafas kehidupan kita


Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim.


Tujuh belas kali kita diminta untuk bercermin pada mereka yang hidupnya diberkahi,

bukan yang sekadar viral.

Bukan yang paling lantang, tetapi yang paling lurus.

Ini ayat yang mendidik kita memilih teladan, bukan sekadar tokoh.


Ghairil maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn.


Tujuh belas kali kita diingatkan bahwa kebenaran bisa rusak oleh dua hal:

kesombongan yang tahu tapi menolak,

dan ketulusan yang tersesat tanpa ilmu.

Ayat ini menjaga iman dari keras kepala dan juga kebodohan yang sesat


Al-Fātiḥah dibaca tujuh belas kali karena manusia mudah lupa.

Lupa bersyukur.

Lupa arah.

Lupa batas.

Lupa bahwa hidup ini bukan sekadar tentang berhasil, tetapi tentang benar, dalam pelukan kasihNya


Dan karena itu pula shalat sehari- semalam tidak diberi satu Al-Fātiḥah saja.

Ia diberi tujuh belas.

Agar ketika satu bacaan dibaca tanpa hati,

masih ada enam belas kesempatan untuk kembali.


Mengulang-ulang bacaan al-Fatihah sampai 17 kali itu seperti mengulang kalimat cinta berkali-kali untukNya



Tabik,

Nadirsyah Hosen (penulis)

Rabu, 07 Januari 2026

Lord Baden Powell Chief Scout of The World

 

Sejarah Baden-Powell




Berbicara tentang sejarah kepanduan dan sejarah Gerakan Pramuka tentunya tidak lepas dari Lord Baden-Powell.

 Sir Robert Baden-Powell of Gillwell Beliau lah yang telah memperkenalkan Gerakan Kepanduan di Dunia. 

Nama Asli : Robert Stephenson Smyth Baden-Powell
Nama panggilan : Baden-Powell atau dipanggil “BP
Nama Kecil : Stephenson
TTL  : London, Inggris, 22 Februari 1857
Wafat : Nyeri, Kenya, 8 Januari 1941
Nama Ayah : Prof. Domine Baden-Powell
Nama Ibu : Miss Henrietta Grace Smyth

Nama dan Gelar Lengkap beliau sampaai akhir hanyat : Lieutenant-General (Retired) Lord Robert Stephenson Smyth Baden-Powell of Gilwell, OM, GCMG, GCVO, KCB, KStJ.

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell

  • Seorang tentara Inggrihs dan pendiri the Boy Scouts.
  • lahir di London, Inggris pada tanggal 22 Februari 1857.
  •  Ayahnya adalah seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris, yaitu Prof. Domine Baden-Powell. Sedangkan ibunya adalah Miss Henrietta Grace Smyth, seorang putri dari admiral Kerajaan Britania Raya yang terkenal yaitu William T. Smyth

Sembilan Saudara Baden-Powell

  1. Warrington
  2. George
  3. Augustus
  4. Frank
  5. Penrose
  6. Agnes
  7. Henrietta
  8. Jessie
  9. Baden Fletcher

Julukan Baden-Powell

  • Para pandu biasa memanggilnya BP (bee-pee/bipi)
  • Nama kecil dari Sir Robert Baden-Powell adalah Ste, Stephe, Steevie atau Stephenson Di Chaterhouse School Baden-Powell dijuluki sebagai “Bathing-Towel” Baden-Powell seorang pemalas, seperti handuk yang basah, terlihat lesu dan kurang bersemangat saat pelajaran di kelas, tetapi menjadi bersemangat manakala pelajaran seni dan olah raga.  
  • Di Afrika Selatan Baden-Powell mendapat julukan “Impeesa” yang artinya “Serigala yang tidak pernah tidur” sebenarnya lebih tepat hyena yang tidak pernah tidur karena di afrika tidak ada serigala.
  • M’hlala panzi,yang berarti dia adalah seorang yang berbaring ketika menembak. Baden-Powell mengembangkan cara menembak yang unik dan belum pernah dilihat oleh suku Zulu, yaitu berbaring dengan punggung di tanah, kemudian menembakkan senapannya dari antara kedua kakinya terbuka lebar.
  • Oleh suku Ashanti, Baden-Powell mendapat julukan Katankye, yang berarti si topi besar. Salah satu ciri Baden-Powell yang kemudian juga dipakai oleh para pandu di seluruh dunia adalah topi besar, yang berbentuk bulat dan lebarr.
  • Baden-Powell diangkat sebagai The Chief Scout of The World atau Bapak Pandu Sedunia.
  • Baden-Powell dianugerahi gelar Lord Baden-Powell of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V.

BUKU-BUKU BADEN-POWELL

  • on vedette (1883)
  • Cavalry Instruction (1885)
  • Reconnaissance and Scouting (1885)
  • Pigsticking Organization Hoghunting (1889)
  • The Downfall of Prempeh (1896)
  • The Metabele Campaign (1897)
  •  Sports in War (1900)
  • Sketches in Mafeking and East Africa (1907)

    Dan masih banyak lagi, Satu Buku yang terkenal yaitu SCOUTING FOR BOYS (1908)




Penghargaan Yang Diterima Baden-Powell

  • Ashanti Star (1895)
  • Metabele Campaign (1897)
  • South African War Queen’s (1899)
  • South African War King’s (1901)
  • Companion Order of the Bath (1900)
  • Knight Commander of the Order of the Bath (1909)
  • Knight Commander of the Victorian Order (1909)
  • Chilean Order of Merit (Chili, 1910)
  • Coronation dari Raja George V (1911)
  • Knight of Grace of St John of Jerusalem (1912)
  • Knight Grand Cross of Alfonso XII (Spanyol, 1919)
  • Grand Commander of the Order of Christ (Portugal,1920)
  • Grand Commander of the Order of the Redeemeer (Yunani, 1920)
  • Storkos of the Order of Dannebrog (Denmark, 1921)
  • Order of the Commander of the Crown (Belgia, 1921)
  • Baronecty (1922)
  • Commander of the Legion of Honour (Perancis, 1922)
  •  Grand Cross of the Victorian Order (1923)
  • Order of Polonia Restituta (Polandia, 1927)
  • Order of Amanullah (Afganistan, 1928)
  •  Order of Merit classs I (Hongaria, 1929)
  •  Order of the White Lion (Chekoslowakia, 1929)
  • Grand Cross of the Order of Merit (Austria, 1931
  • Grand Cross of Gediminus (Lithuania, 1932)
  • Grand Cross of Orange of Nassau (Belanda, 1932)
  • Commander of the Order of the Oak of Luxemburg (Luxemburg,1932)
  • Red Cross of Estonia (Estonia, 1933)
  • Grand Cross of the Order of the Sword (Swedia, 1933)
  • Grand Cross of the Order of the Three Stars (Latvia, 1933)
  • Jubilee (dari Raja George V, 1935)
  • Grand Cordon of Legion of Honour (Perancis, 1936)
  • Order of Merit (1937)
  • Coronation (dari Raja George VI, 1936)
  • Awarded Wateler Peace Prize (1937)

Gelar Kehormatan

  • Doktor Kehormatan di bidang hukum dari Universitas Edinburg (1910)
  • Doktor Kehormatan dari Universitas Toronto, Canada (1923)
  • Gelar Doktor dari Universitas McGill di Montreal, Canada
  • Gelar kehormatan doktor Ilmu-ilmu sosial dari Universitas Oxford (1923)
  • Gelar kehormatan dari Universitas Liverpool (1929)
  • Gelar kehormatan dari Universitas Cambridge (1931)

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron I Baden-Powell Gilwell, adalah seorang tentara Inggris dan penemu the Boy Scouts, lahir di London, dan merupakan lulusan Charterhouse School. Bergabung dengan Pasukan Hussars Ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 sampai 1895, BP sukses bertugas, di India, Afghanistan, Zulu, dan Ashanti. .Sebelum dan semasa Perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari Pasukan Kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari Pasukan Berkuda, Afrika Selatan, dan letnan kolonel dari Pengawal Naga ke-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899).

  • Karena keberanian dan pengabdiannya selama mempertahankan Kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepungan musuh, dipromosikan menjadi mayor jendral. Baden-Powell kemudian kembali ke Inggris, pada tahun 1908 BP menjadi letnan jendral. Dianugerahi gelar kesatria tahun 1909, kemudian pensiun dari dinas militer pada tahun berikutnya. BP membentuk the Boys Scouts di tahun 1908, dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan the Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak-anak dan remaja putri. Selama Perang Dunia I.BP bersama saudara-saudaranya bertambah akrab sepeninggal ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun Baden-Powell telah jadi seorang anak yatim. Sehingga dari sejak usia masih sangat muda, Baden-Powell dituntut untuk dapat hidup mandiri.
  • Baden-Powell telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya didukung oleh kekerasan hati serta keteguhan ibundanya yang tercinta Ny. Henrietta Grace
  • Baden-Powell sejak kecil sudah banyak mengagumi karya-karya ilmuwan terkenal pada zamannya, seperti Charles Darwin, Babbage, George Elliot, G.H. Lewes, dan James Martineau’ . Baden-Powell adalah seorang yang bertipe pekerja keras, beliau tidak mudah putus asa dan penolong. Hal tersebut dapat terlihat pada sebuah tulisan Baden-Powell, dalam sebuah suratnya kepada ibundanya.
  • Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat untuk Baden-Powell seperti Rugby atau Eton, akhirya Ny. Henrietta Grace memasukkan Baden-Powell  ke Charterhouse School di tahun 1870.

  • Charterhouse School, England
  • Di Charterhouse, Baden-Powell sangat populer, selain pandai dalam belajar hingga Baden-Powell meraih beasiswa, Baden-Powell Juga mengikuti banyak kegiatan ekstra seperti :
    • Marching Band,
    • Klub menembak (Rifle Corps)
    • Teater, kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Kenneth Mc Laren
    • Melukis dan menggambar, gambar/illustrasi selalu mengisi berbagai karya tulisnya.
    • Kiper kesebelasan Charterhouse.
  • Di Charterhouse School inilah Baden-Powell mendapat julukan lainya, yaitu ‘Bathing-Tows!’.
  • Di usia 19 tahun, Baden-Powell menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian Baden-Powell memutuskan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya Kolonel Henry Smyth, komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut Baden-Powell ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu letnan.
  • Pengalaman Baden-Powell di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.
  • Selain itu Baden-Powell juga terkenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak kawannya. Salah seorang sahabatnya yang terdekat adalah Kenneth Mc Laren. Kebersamaan mereka telah menghasilkan banyak pengalaman baik dalam kedinasan, pementasan drama. maupun perburuan hewan liar (babi hutan).
  • Setelah sempat berpindah-pindah. dari satu kota ke kota lain. dari satu daerah ke daerah lain. bahkan dari satu negara ke negara yang lain. Baden-Powell akhirnya bertugas di Mafeking. sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat nama BP menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya. karena jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan Kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer
  •  selama kurang lebih 217 hari (dari tanggal 13 Oktober 1899 sampai tanggal 18 Mei 1900). Karena jasa-jasanya ter sebut , pangkat Baden-Powell dinaikkan menjadi Mayor Jenderal. Berita tersebut kemudian sampai juga ke Inggris. membuat seluruh keluarga Baden-Powell bangga.
  • Selama bertugas di Afrika. Baden-Powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. Karena keberaniannya. Baden-Powell mendapat julukan IMPEESA dari suku-suku setempat seperti Zulu, Ashanti. dan Metabele. Impeesa mempunyai arti “Srigala yang tidak pernah tidur”, Hal ini disebabkan karena sifat waspada, cekatan, dan keberanian Baden-Powell (termasuk tindakan mengambil kalung manik-manik milik Raja Dinuzulu).
  • Raja Dinuzulu. adalah raja Zulu dari 1884 -1889. raja yang merupakan putra Raja Zulu Cetshwayo. beraliansi dengan para Afrikaners (orang kulit putih keturunan Belanda) dan bersengketa dengan sepu punya, Zibhebhu yang didukung Inggris. Dinuzulu lalu dituduh bersalah melakukan pengkhianatan sehingga diasingkan selama 10 tahun. Dibebaskan tahun 1910. Karena dianggap tidak bersalah. Dinuzulu akhirnya meninggal tahun 1913.
  • Pada tahun 1901. Baden-Powell kembali ke tanah airnya, Inggris dengan disambut besar-besaran sebagai salah satu pahlawan bangsanya. Kemudian BP sempat pula menulis pengalaman-pengalamannya dalam buku Aids To Scouting”.
  • Kemudian Pada tahun 1907 Baden-Powell mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika khususnya dan selama di dinas ketentaraan pada umumnya. dalam sebuah perkemahan yang diikuti 20 orang anggotanya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan di Pulau Brownsea (Brownsea Island).


  • Patung Baden Powell di Brownsea Island, England


  • Tugu batu tempat dimana  
  • Baden Powell mengadakan perkemahan di Brownsea pada  tahun 1907

  • Baden-Powell pada tahun 1908 menulis buku Scouting For Boys, sebuah mahakarya” yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar di seluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.
  • Pada tahun 1910, Baden-Powell meletakkan jabatannya di dinas ketentaraan dengan pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Mulailah Baden-Powell berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan ke seluruh dunia.
  • Pada tahun 1912, Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu di berbagai negara. Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden-Powell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.
  • Baden Powell Family
  • Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga dianugerahi gelar Lord Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja King George V.


  • Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia”, BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya tinggal di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika.
  • Dan BP menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya, wafat pada tanggal 8 Januari 1941 dan dengan diantar di atas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir
  • “I’d Rather Die in Africa, Where My Heart Is”
  • Jika Anda pernah mengunjungi makam Baden-Powell, Anda akan melihat sesuatu yang istimewa di batu nisannya. Di samping nama dan tanggal lahirnya, ada lingkaran dengan titik di tengahnya – tanda jalur Pramuka yang berarti "Aku telah pulang."
  • Ini adalah pesan terakhir yang sempurna dari seorang pria yang menghabiskan hidupnya mengajarkan kaum muda tentang petualangan, keterampilan di alam terbuka, dan menemukan jalan mereka. Dalam kematiannya, ia memberi tahu dunia Kepanduan: Aku telah menyelesaikan perjalananku, dan aku telah sampai di rumah.

Sabtu, 03 Januari 2026

Doa suami

 Doa Seorang Suami

Ya Allah,

jika ada pintu rezeki yang terasa sempit hari ini,

aku tahu mungkin itu bukan karena Engkau menahan,

melainkan karena dosa-dosaku di masa lalu yang belum sepenuhnya kutangisi dengan taubat.

Ya Allah, aku datang tanpa pembelaan.

Aku tak membawa alasan.

Hanya hati seorang suami

yang ingin menunaikan amanahnya

dengan layak.

Jika aku belum pantas diberi kelapangan

untuk diriku,

maka aku mohon,

jangan Kau sempitkan rezeki istri dan anak-anakku

karena kekuranganku.

Alirkanlah rezeki mereka melalui tanganku,

ya Allah,

meski aku masih belajar menjadi

hamba yang taat.

Cukupkan aku agar tidak menengadahkan tangan kepada selain-Mu.

Kuatkan aku agar nafkah yang kubawa pulang

menjadi sumber ketenangan,

bukan luka yang dipendam.

Ampuni aku, ya Allah,

dan perbaiki aku pelan-pelan.

Jadikan setiap rupiah yang kuusahakan

bersih, halal, dan penuh berkah.

Sebab aku hanya ingin satu hal:

melihat keluargaku hidup dalam kecukupan,

dan Engkau ridha atas peranku

sebagai suami dan ayah.