Sabtu, 20 Desember 2025

Amalan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia dalam Islam, berikut doa bulan Rajab yang bisa dipanjatkan.

Copy Link
BatBulan Rajab, yang merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Bulan ini sering disebut sebagai 'pembuka' atau gerbang menuju bulan suci Ramadhan, menandakan bahwa momen penuh berkah akan segera tiba. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak ibadah dan doa, sebagai bentuk persiapan spiritual yang mendalRasulullah SAW sendiri telah memberikan teladan dalam mengamalkan doa khusus saat memasuki bulan Rajab. Malam pertama bulan Rajab secara khusus dianggap sebagai salah satu malam yang mustajab, di mana doa-doa yang dipanjatkan memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan Doa Bulan Rajab menjadi sangat relevan bagi setiap muslim yang ingin meraih keberkahan di bulan yang mulia inDoa yang paling umum dan sangat dianjurkan untuk dibaca saat memasuki bulan Rajab adalah doa yang pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini memohon keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berharap dapat dipertemukan dengan bulan RamaBerikut adalah bacaan doa tersebut dalam Bahasa Arab, transliterasi Latin, dan artinya:

Bacaan Doa: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Transliterasi Latin: "Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ"atau"Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya'baan, wa ballighnaa ramadhaan." atau "Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana."

Artinya:"Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."atau"Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."atau"Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan."

Selain doa utama tersebut, terdapat juga doa lain yang diamalkan oleh Rasulullah SAW pada malam 1 Rajab, yang lebih lengkap dalam permohonannya. Doa ini memohon keberkahan, kemampuan berpuasa, shalat malam, menjaga lisan, menundukkan pandangan, dan terhindar dari hanya mendapatkan lapar dan haus saja di bulan Ramadhan.

Bacaan Doa Lain: Allaahumma baarik lanaa fii rajabin wa sya'baana, wa ballighnaa syahra ramadhaana wa a'innaa 'alaas-shiyaami walqiyaami wa hifzhil-lisaani wa ghaddhilbashari wa laa taj'al hazh-zhanaa minhuljuu'a wal 'athasya.

Artinya:"Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus."

kepada Allah SWT, dan melatih spiritualitas sebelum memasuki bulan puasa.

  • Membaca Doa Bulan Rajab: Mengamalkan doa saat masuk bulan Rajab sangat dianjurkan, terutama pada malam pertama, karena termasuk malam yang mustajab untuk berdoa.
  • Puasa Sunnah: Puasa sunnah di bulan Rajab merupakan ibadah yang dimuliakan dan termasuk bulan paling utama untuk berpuasa setelah Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri selalu mengamalkan puasa sunnah di bulan ini.
  • Memperbanyak Istighfar dan Taubat: Amalan ini dianjurkan untuk membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Memperbanyak Sholawat kepada Nabi: Membaca sholawat memiliki keutamaan besar, terutama di bulan Rajab. Imam Al-Ghazali menganjurkan membaca sholawat 70 kali setelah sholat sunnah.
  • Melakukan Sholat Sunnah: Umat Islam dianjurkan mengerjakan sholat sunnah pada awal malam 1 Rajab untuk menyambut kemuliaannya.
  • Membaca Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an di bulan Rajab dapat menjadi bekal spiritual, menambah ketenangan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.
  • Memperbanyak Dzikir: Mengingat Allah melalui dzikir sangat dianjurkan di bulan Rajab untuk menenangkan hati 

Bulan Rajab, yang merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Bulan ini sering disebut sebagai 'pembuka' atau gerbang menuju bulan suci Ramadhan, menandakan bahwa momen penuh berkah akan segera tiba. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak ibadah dan doa, sebagai bentuk persiapan spiritual yang mendalam.

Rasulullah SAW sendiri telah memberikan teladan dalam mengamalkan doa khusus saat memasuki bulan Rajab. Malam pertama bulan Rajab secara khusus dianggap sebagai salah satu malam yang mustajab, di mana doa-doa yang dipanjatkan memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan Doa Bulan Rajab menjadi sangat relevan bagi setiap muslim yang ingin meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.

Bacaan Doa Bulan Rajab yang Dianjurkan

Doa yang paling umum dan sangat dianjurkan untuk dibaca saat memasuki bulan Rajab adalah doa yang pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini memohon keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berharap dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Berikut adalah bacaan doa tersebut dalam Bahasa Arab, transliterasi Latin, dan artinya:

Bacaan Doa: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Transliterasi Latin: "Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ"atau"Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya'baan, wa ballighnaa ramadhaan." atau "Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana."

Artinya:"Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."atau"Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."atau"Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan."

Selain doa utama tersebut, terdapat juga doa lain yang diamalkan oleh Rasulullah SAW pada malam 1 Rajab, yang lebih lengkap dalam permohonannya. Doa ini memohon keberkahan, kemampuan berpuasa, shalat malam, menjaga lisan, menundukkan pandangan, dan terhindar dari hanya mendapatkan lapar dan haus saja di bulan Ramadhan.

Bacaan Doa Lain: Allaahumma baarik lanaa fii rajabin wa sya'baana, wa ballighnaa syahra ramadhaana wa a'innaa 'alaas-shiyaami walqiyaami wa hifzhil-lisaani wa ghaddhilbashari wa laa taj'al hazh-zhanaa minhuljuu'a wal 'athasya.

Artinya:"Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus."

Amalan Ibadah di Bulan Rajab sebagai Persiapan Ramadhan

Bulan Rajab adalah penanda bahwa Ramadhan akan segera tiba, sehingga umat muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak amalan ibadah. Rajab disebut sebagai pembuka, Sya'ban sebagai penguat, dan Ramadhan sebagai puncak perjuangan ibadah seorang Muslim. Amalan-amalan ini bertujuan untuk membersihkan diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan melatih spiritualitas sebelum memasuki bulan puasa.

  • Membaca Doa Bulan Rajab: Mengamalkan doa saat masuk bulan Rajab sangat dianjurkan, terutama pada malam pertama, karena termasuk malam yang mustajab untuk berdoa.
  • Puasa Sunnah: Puasa sunnah di bulan Rajab merupakan ibadah yang dimuliakan dan termasuk bulan paling utama untuk berpuasa setelah Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri selalu mengamalkan puasa sunnah di bulan ini.
  • Memperbanyak Istighfar dan Taubat: Amalan ini dianjurkan untuk membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Memperbanyak Sholawat kepada Nabi: Membaca sholawat memiliki keutamaan besar, terutama di bulan Rajab. Imam Al-Ghazali menganjurkan membaca sholawat 70 kali setelah sholat sunnah.
  • Melakukan Sholat Sunnah: Umat Islam dianjurkan mengerjakan sholat sunnah pada awal malam 1 Rajab untuk menyambut kemuliaannya.
  • Membaca Al-Qur'an: Membaca Al-Qur'an di bulan Rajab dapat menjadi bekal spiritual, menambah ketenangan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.
  • Memperbanyak Dzikir: Mengingat Allah melalui dzikir sangat dianjurkan di bulan Rajab untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Keutamaan Bulan Rajab: Bulan Mulia Penuh Berkah

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Di bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal ibadah, karena pahala kebaikan akan dilipatgandakan.

Beberapa keutamaan lain dari bulan Rajab yang menjadikannya istimewa antara lain:

  • Bulan Penuh Pahala: Nilai amal ibadah yang dikerjakan selama bulan Rajab dapat dilipatgandakan hingga 70 kali lipat.
  • Peristiwa Isra Mi'raj: Rajab juga dikenang sebagai bulan terjadinya Isra Mi'raj, peristiwa agung di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu. Ini menjadi momen refleksi dan peningkatan ibadah.
  • Doa yang Dikabulkan: Malam pertama bulan Rajab termasuk dalam lima malam istimewa di mana doa-doa akan dikabulkan oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan oleh Imam Syafi'i.
  • Bulan Allah: Rajab disebut "bulan Allah" karena Allah memuliakan bulan ini dengan menjadikannya termasuk bulan haram, di mana umat Islam dianjurkan menjauhi dosa dan meningkatkan ketaqwaan.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Apa bacaan Doa Bulan Rajab yang paling umum?

Bacaan doa yang paling umum adalah "Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ" yang berarti "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."

Mengapa Bulan Rajab disebut sebagai 'pembuka' menuju Ramadhan?

Bulan Rajab disebut 'pembuka' karena menjadi penanda awal dari rangkaian tiga bulan suci (Rajab, Sya'ban, Ramadhan) dan merupakan waktu bagi umat muslim untuk mempersiapkan diri secara spiritual.

Amalan apa saja yang dianjurkan di Bulan Rajab?

Amalan yang dianjurkan meliputi membaca Doa Bulan Rajab, puasa sunnah, memperbanyak istighfar dan taubat, memperbanyak sholawat, melakukan sholat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak dzikir.

Apa keutamaan Bulan Rajab dalam Islam?

Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram di mana pahala amal ibadah dilipatgandakan, menjadi bulan terjadinya Isra Mi'raj, dan malam pertamanya termasuk malam mustajab untuk berdoa.



Senin, 15 Desember 2025

Jejak Bapak di Puebla, Mexico

 Bapak  pernah bertugas di puebla mexico untuk training di sebuah pabrik baja besar di mexico

saat itu saya baru lahir, bapak berangkat sekitar tahun 1977-78 pastinya saya tidak ingat, namun ada beberapa foto dan surat beralamatkan tempat tinggal bapak di sana,

penasaran saya mencari alamat dari foto melalui chatgpt dan googlemaps



foto bapak didepan sebuah gereja tua. dengan mudah saya dapat mengetahui alamatnya dengan bertanya ke chatgpt, "dimanakan lokasi foto ini?" dengan tepat chatgpt memberi jawaban 3 pilihan beberapa gereja di mexico, no1 salah, dan yg pilihan no 2 ternyata tepat sekali




nah ini dari googlemaps tahun 2023,  bentuk gerejanya masih sama, , dan  disini kira2 bapak mengambil foto. yg motret siapa saya gak tau, tapi bisa jadi bapak pakai tripod + timer dan motert sendiri, hehehhee.



Lanjut ke tempat tinggal bapak di mexico, hotel amueblado, 4 caminos, boulevard hnos serdan, puebla, mexico, berdasarkan amplop surat bapak yg saya temukan, akhirnya saya penasaran deh, ini lokasinya dimana dan saat ini seperti apa.

beberapa kali saya cari di googlemaps ternyata alamt tsb adalah sebuah spbu bp.
namun setelah coba cari lebih detil, akhirnya ketemu sebuah hotel kecil tak jauh dari spbu bp tsb, ada sebuah hotel. lagi2  thanks to googlemaps saya lihat time line tahun 2009 dan , taraaa.....
ketemu hotel amueblado 4 caminos 
saya baru ngeh setelah tanya chatgpt, ternyata hotel amueblado artinya hotel yang ada perabotnya. dan  4 caminos dibaca cuatro caminos 
nah ketemu deh.




810 Blvd. Hermanos Serdán - Google Maps

Sayang hotel cuatro caminos ini udah gak ada lagi. 
Sudah dijual dan dirubuhlan, dan dibangun hotel baru yg megah. 

alhamdulillah. dengan teknologi , saya bisa membuat rekam jejak bapak di mexico.




Minggu, 31 Agustus 2025

Doa untuk pemimpin



 1. Doa memohon pemimpin yang suka menolong

Doa ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 80

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا

Arab-Latin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj'al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā

Artinya: Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

2. Doa memohon pemimpin yang baik
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada."

3. Doa memohon pemimpin terbaik
اللَّهُمَّلَاتُسَلِّطْعَلَيْنَا-بِذُنُوْبِنَا-مَنْلَايَخَافُكَوَلَايَرْحَمُناَ

Arab Latin: Allahumma lâ tusallith 'alainâ-bidzunübinâ-man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ.

Artinya: "Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami-karena dosa-dosa kami-orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.

4. Doa agar terhindar dari pemimpin yang bodoh
اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

Arab Latin: Allahumma inni a'udzubika min imratisshibyan was sufaha'

Artinya: Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh."

5. Doa agar terhindar dari pemimpin yang tidak takut Allah SWT
اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

Arab Latin: Allahumma laa tusallith 'alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa

Artinya: "Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami."

6. Doa Nabi Muhammad SAW
Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim. Berikut bacaan doanya,

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

Artinya: "Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia". (HR. Muslim)
















Jumat, 25 Juli 2025

Doa Minum ZamZam




Doa minum air zamzam

Ketika seseorang ingin minum air zamzam, disunnahkan untuk membaca doa kepada Allah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad dari Jabir RA disebutkan,


مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Artinya:

“Air zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya.” (HR. Ibnu Majah)

 Imam Nawawi dalam Kitab Al Adzkar mengatakan para ulama menyarankan agar sebelum meminumnya, kita memohon ampun, kesehatan, atau mengutarakan keinginan lain kepada Allah SWT.

اللهم اني اسألك علما نَافِعًا، وَرِير قا واسعا، سأَلَكَ وشفاء من كل داء

Allaahumma innii as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan waasi'an, wasyifaa-an min kulli daa-in

Artinya:

"Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit."


Ada juga bacaan doa lain untuk minum air zamzam sembari berdiri dengan menghadap kiblat. Berikut bacaannya,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an wa rizqan wasi'an wa shifa'an min kulli da'in wa saqamin bi rahmatika ya arhamarrahimin

Artinya:

"Ya Allah! Sesungguhnya daku bermohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan penawar bagi segala penyakit; Dengan Rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang!"


Keutamaan dan khasiat air zamzam

Berikut adalah beberapa keutamaan dan khasiat air zamzam :

Disebut juga sebagai air surga (maa’ul jannah), artinya air yang penuh dengan berkah dan manfaat, seperti air surga.

Merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan, terutama bagi para jemaah haji yang langsung bisa merasakan nikmatnya air di tengah-tengah padang pasir.

Sebagai pencuci kalbu, yakni air pencuci kalbu Nabi Muhammad SAW ketika Malaikat Jibril membasuh hati Nabi Muhammad SAW dengan air zamzam.

Air yang penuh berkah, sebab Rasulullah sering meminumnya dan tangannya yang penuh dengan berkah dicelupkannya ke sumur zamzam.

Air yang mengenyangkan dan menghilangkan rasa dahaga.

Merupakan obat penyakit, air penyembuh penyakit baik jiwa maupun jasmani. Rasulullah menyebutnya, ‘mengobati penyakit’ dalam beberapa kisah dan riwayat yang membuktikan kebenaran hadis tersebut.

Tata cara minum air zamzam yang tepat

-Membaca basmalah sebelum meminumnya.

-Tidak meminumnya dalam satu tegukan.

+Mendoakan dan memohon hajat sebelum meminumnya.

Senin, 14 Juli 2025

Dikir Pagi & Sore




 dzikir pagi Almanhaj yang dapat dibaca oleh umat muslim adalah sebagai berikut:

1. Membaca Taawudz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bacaan latin: Audzubillahiminasyaitonirojim.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk."

2. Membaca Ayat Kursi 1x

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Bacaan latin: Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta'khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi'idznihi ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai'im min 'ilmihi illa bi maa syaa', wa si'a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul 'adhiim.

Artinya: "Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." [Al-Baqarah/2: 255]

3. Membaca Surat Al-Ikhlas 3x

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

Bacaan latin: Qul huwa Allahu ahad Allahus Shamad Lam yalid wa lam yuulad Wa lam ya kullahu kufuwan ahad.

Artinya: "Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.'" [Al-Ikhlash/112: 1-4]

4. Membaca Surat Al-Falaq 3x

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

Bacaan latin: Qul a'uudzu birabbil falaq Min syarri maa khalaq Wa min syarri ghaasiqin idza waqab Wa min syarrin naffathaati fil 'uqad Wa min syarri haasidin idza hasad.

Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." [Al-Falaq/113: 1-5]

5. Membaca Surat An-Naas 3x

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

Bacaan latin: Qul a'uudzu bi rabbin naas Malikin naas Ilahinaas Min syarril waswaasil khannaas Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas Minal jinnati wannaas.

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.'" [An-Naas/114: 1-6]

6. Membaca Dzikir Pagi Pertama 1x

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Bacaan latin: Ashbahnaa 'ala fithrotil Islam, wa 'ala kalimatil ikhlash, wa 'ala diini nabiiyinaa muhammad shallallahu alaihi wa sallam, wa 'ala millati abaina ibrahim haniifan muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.

Artinya: "Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلى الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.

7. Membaca Dzikir Pagi Kedua 3x

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Bacaan latin: Radhiitu billahi rabba, wa bil islaama diina, wa bimuhammadin nabiyya.

Artinya: "Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah)."

8. Membaca Dzikir Pagi Ketiga 1x

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Bacaan latin: Allahumma bika ashbahna wa bika amsaynaa wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)."

9. Membaca Dzikir Pagi Keempat 1x

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Bacaan latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillahi, walhamdulillah, laa ilahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahulhamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, rabbi as'aluka khaira maa fii haadhihil lailah wa khaira maa ba'dahu, wa a'uudzu bika min syarri maa fii hadhihil lailah wa syarrimaa ba'daha, rabbi a'uudzubika minal kasali, wa suu'ul kibri, rabbi auudzu bika min 'adzaabin naari, wa 'adzaabilqabri.

Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlin-dung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur."

10. Membaca Sayyidul Istighfar 1x

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Bacaan latin: Allahumma anta rabby laa ilaa hailla anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mas tatho'tu. 'a uudzu bika min syarrimaa shana'tu, abuu 'u laka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidhanbii, faghfirlii, fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau lah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di dalam hidayahmu, dan perjanjian dengan-Mu. Sebisa yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu, dari segala kejelekan yang aku perbuat. Aku bersyukur atas nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami, dan aku menyesal atas segala yang dosa yang aku perbuat. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."

11. Membaca Dzikir Pagi Keenam 1x

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ

رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Bacaan latin: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'afiyata fid dunya wal akhiroh. Allahumma inni as-alukal a'fwa wal 'afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur 'auroti wa amin row'ati. Allahummahfadzni min baini yadayya wa min kholfi wa min yamini wa 'an syimali wa min fauqi wa a'uzubika bi 'adzamatika an ughtala min tahti.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).

12. Membaca Dzikir Pagi Ketujuh 1x

لَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Bacaan latin: Allahumma 'aafinii fii badani, Allahumma 'aafini fii sasm'ii, Allahumma 'Aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni 'auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii 'audzubika min 'adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta.

Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.

13. Membaca Dzikir Pagi Kedelapan 1x

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Bacaan latin: Allahumma 'aalimal ghaibi was syahaadah, faathiras samaawaati wal ardhi, rabba kulli syain in wa maliikahu, asyhadu allaa ilaa hailla anta, a'udzuu bika min syarri nafsii, wa min syarri syaithoni wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alaa nafsi suu'aan au ajurrohu ila muslim.

Artinya: "Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.

14. Membaca Dzikir Pagi Kesembilan 3x

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bacaan latin: Bismillahi ladzi laa yadhurru ma'a smihi syaiun fil ardhi wa laa fis samaa' i wa huwassamii'ul 'aliim.

Artinya: "Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui."

15. Membaca Dzikir Pagi Kesepuluh 1x

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Bacaan latin: Ya Hayyu ya Qayyumu birahmatika astaghiistu, ashlih lii sya'nii kullahu walaa takilnii ilaa nafsii tharfata 'ainin.

Artinya: "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)."

16. Membaca Dzikir Pagi Kesebelas 3x

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Bacaan latin: Subahnallah wa bihamdihi; 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midaada kalimatihi.

Artinya: "Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan 'Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya."

17. Membaca Dzikir Pagi Keduabelas 1x, 10x, atau 100x

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Bacaan latin: Subhanallahi wabihamdihi.

Artinya: "Mahasuci Allah, aku memuji-Nya."

18. Membaca Dzikir Pagi Ketigabelas 1x, 10x, atau 100x

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Bacaan latin: Laa ilaahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syain qadiiru.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan bagi-Nya pujian dan Dia Mahaberkuasa atas segala sesuatu."

19. Membaca Dzikir Pagi Keempat Belas 100x

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Bacaan latin: Astaghfirullah wa atuubu ilaihi.

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya."


Dzikir Sore


1. Taawuz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

2. Ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allahu la ilaha illa huw, al-hayyul-qayyum, la ta'khuzuhu sinatuw wa la na'um, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard, man zallazi yasyfa'u 'indahu illa bi'iznih, ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bisyai'im min 'ilmihi illa bima sya', wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya'uduhu hifzuhuma, wahuwal-'aliyyul-'azim

Artinya: “Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (HR. Hakim 1/562)

3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

1. Surat Al-Ikhlas(Dibaca 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlash/112: 1-4) (Dibaca 3x)

2. Surat Al-Falaq (Dibaca 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a'ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”‘ (QS. Al-Falaq/113: 1-5) 

3. Surat An-Naas (Dibaca 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Qul a'ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.

Artinya: ”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Naas/114: 1-6) (HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, dan Ahmad V/312)

4. Zikir Petang Pertama

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya: “Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (HR. Muslim no. 2723, Abu Dawud no. 5071, dan at-Tirmidzi 3390)

5. Zikir Petang Kedua

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, dan Ibnu Majah no. 3868)

6. Zikir Petang Ketiga (Sayyidul Istighfar)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, dan an-Nasa-i VIII/279-280)

7. Zikir Petang Keempat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allahumma inni amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (HR. Abu Daud no. 5069 (Dibaca 4x)

8. Zikir Petang Kelima

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871)

9. Zikir Petang Keenam

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Artinya: “Ya Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067)

10. Zikir Petang Ketujuh (Dibaca 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869) 

11. Zikir Petang Kedelapan

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.

Artinya: “Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad SAQ sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” (HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, dan Ibnu Majah no. 3870)

12. Zikir Petang Kesembilan

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (HR. An-Nasa-i no. 575, dan al-Hakim 1/545)

13. Zikir Petang Kesepuluh

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Amsainaa ‘alaa fithrotil islaam, wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiinaa ibroohiim, haniifan musliman wa maa kaana minal musyrikiin.

Artinya: “Di waktu sore kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad saw. dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik.” (HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni no. 34)

14. Zikir Petang Kesebelas (Dibaca 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

Artinya: “Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” (HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692) 

15. Zikir Petang Keduabelas (Dibaca 10x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (HR. An Nasa’i dalam Al Kubra 6:10)  

16. Zikir Petang Ketigabelas (Dibaca 3x)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya.” (HR. Ahmad 11/290 dan an-Nisa-i no. 596)

Jumat, 27 Juni 2025

Khutbah mengenai kematian


 *KEMATIAN*

Banyak orang takut mendengar kata kematian, seringkali juga kita enggan membicarakan ataupun mendengarkannya, karena kita  menganggap kematian itu sesuatu yang mengerikan dan menyeramkan. Mungkin sejak dini tidak pernah diajari atau diberi pengertian tentang kematian, bahkan banyak cerita menggambarkan dan yang diterima anak anak kita bahwa kematian itu tidak baik bahkan berlebihan dari subtansi yang sebenarnya.


Memang kematian adalah misteri Allah, dan manusia sedikit sekali, diberi ilmu tentang kapan datangnya itu kematian, dimana dikuburkan, dan dalam keadaan apa manusia itu mati.


Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. Kematian dalam perspektif Al-Quran merupakan putusnya keterikatan ruh dengan badan dalam bentuk yang telah diketahui, disertai pergantian keadaan, serta perpindahan dari satu alam ke alam yang lain. Perpisahan antara ruh dan jasad ini adalah pintu gerbang untuk memasuki kehidupan yang baru.


Dalam Alquran, kematian disebut juga, antara lain, al-maut, al-wafah, al-ajal, dan al-ruju` yang secara harfiah berarti 'kembali. ' Bila menunjuk kata yang terakhir, al-ruju`, kematian bisa dipahami sebagai proses perjalanan pulang menuju negeri akhirat, kampung halaman kita yang sebenarnya.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 34)


Dalam ayat yang lain  Allah Ta'ala berfirman:


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”

[QS Al Ankabut ayat 57]


Orang beriman yakin bahwa ada kehidupan setelah kematian dan percaya bahwa ada hisab yang akan mempertanggung jawabkan segala perbuatan saat kehidupan di dunia.


Sebagai seorang beriman, selalu diajarkan untuk memaknai kematian bukan hanya sebagai akhir dari kehidupan di dunia, tetapi juga sebagai pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih abadi di akherat. Melalui Al-Qur’an dan hadits, Islam memberikan panduan bagaimana seharusnya memandang kematian dan apa yang bisa dipelajari darinya. Sudah selayaknya kita mempersiapkan bekal yang cukup agar akhir kematian yang husnul khotimah. Wallahu alam bishowab



Depok, 270625

1 Muharam 1447H